Video Kisah Nyata – Pertobatan dari Kecanduan Seks dan Pornografi
Tanu Widjaya, kecanduannya pada seks membuat ia terikat pada dosa pornografi selama bertahun semenjak ia kecil hingga dewasa.“Pertama kali saya melihat hal-hal yang sifatnya erotis, pada waktu masih duduk di bangku sekolah dasar. Oleh beberapa teman, saya diajak melihat wanita yang sedang mandi dari atas atap,” ujar Tanu kepada Tim Solusi.
Berawal dasi situlah rasa penasaran Tanu terhadap pornografi semakin menjadi-jadi. Dan itu dilakukannya bersama-sama teman sepergaulannya.
Dari pergaulan dengan teman-temannya semasa sekolah dasar, ia mulai mengenal buku-buku yang berbau pornografi, dan dari mereka juga ia mengetahui cara berhubungan dengan hewan seperti ayam.
Di lain waktu tanpa sengaja, Tanu melihat Ayahnya sedang nonton film porno di kamar. Mulai dari situ Tanu mengetahui bahwa Ayahnya ternyata memiliki banyak koleksi film porno dan gambar-gambar erotis.
“Kalau ayah saya pergi dan rumah kosong, maka kesempatan itu saya gunakan untuk nonton film porno, karena saya sudah tahu di mana biasanya Ayah saya menyimpan filmnya,” ujarnya lagi.
Biasanya setelah menyaksikan film porno Tanu langsung onani, dan hal itu bisa dilakukannya sampai 7 kali dalam sehari. Tanu semakin terikat dengan pornografi dan seks, bahkan berlanjut sampai ia dewasa.
Pada suatu hari, orang tua Tanu memberikan beberapa foto masa kecilnya dimana dalam foto tersebut Tanu mengenakan baju wanita. Dan ketika Tanu menanyakan kepada Ibunya kenapa ia dipakaikan pakaian wanita, ibunya hanya menjawab bahwa ia memang cocok dengan pakaian wanita dan seharusnya Tanu menjadi seorang wanita bukan pria. Apa yang dikatakan oleh orang tuanya tertanam dalam diri Tanu, hingga ia berperilaku layaknya seorang wanita.
“Sifat saya cenderung ke arah wanita, dan saya pernah mencoba menjadi seorang wanita dengan tampilan yang benar-benar wanita. Akan tetapi saya bukan gay atau homo, karena saya masih tetap menyukai wanita. Dan saya juga pernah belajar bagaimana caranya berhubungan dengan sesama jenis, dimana saya melakukan percobaannya kepada adik saya ketika ia tertidur,” ujar Tanu dengan wajah penuh penyesalan.
Kecanduannya terhadap pornografi terus berlanjut sampai ia menikah pada tahun 2002.
“Awal pernikahan kami berjalan dengan baik dan bahagia. Tetapi memasuki bulan kedua istri saya hamil dan semenjak itulah saya meresa kesepian lagi dan mulai beralih kepada wanita lain,” ungkap Tanu.
Walaupun Tanu sudah menikah, ia semakin terpuruk dengan keterikatannya terhadap pornografi sehingga akhirnya dosa perselingkuhan dan pengkhianatanpun dilakukannya.
Menurut Naomi, istri Tanu, suaminya sering mengantar jemput wanita selingkuhannya dan Naomi pun dapat merasakannya melalui naluri seorang istri. Dan ternyata hal itu memang benar. Akan tetapi Tanu selalu berkata bahwa hal itu biasa dan wajar saja.
Perselingkuhan yang di jalani Tanu akhirnya berujung pada satu resiko yang harus ditanggungnya. Selingkuhan Tanu datang kepadanya dan berkata bahwa ia sudah terlambat datang bulan. Mendengar pengakuan itu, Tanu menjadi stres dan terus dilanda kecemasan.
Justru dari sinilah awal teguran Tuhan kepada dirinya. Pikirannya menjadi kalut dan ia pulang ke rumah dengan wajah yang tegang karena merasa tidak tahu harus berbuat apa lagi, ditambah lagi dengan perasaan bersalah ketika ia berhadapan dengan istrinya sendiri.
Malam berikutnya Tanu tidak bisa tidur, ia sudah putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Akan tetapi ia teringat akan Tuhan. Dalam doanya, sambil menangis Tanu berkata, “Tuhan, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Pertama saya sudah berdosa terhadap Engkau dan yang kedua kalau wanita selingkuhan saya ini hamil, saya tidak tahu harus berbuat apa.”
Kembali Tanu memohon kepada Tuhan, katanya, “Tuhan, saya minta satu mujizat saja. Kalau wanita itu tidak hamil, saya akan benar-benar bertobat dan akan meninggalkan wanita tersebut. Saya akan kembali kepada istri saya dan memulai hidup yang baru. Dan saya akan meninggalkan semua dosa-dosa saya yang lama termasuk pornografi.”
Akhirnya doa Tanu dijawab oleh Tuhan, namun masalahnya tidak selesai begitu saja. Tanu harus mengalami resiko penolakan dari istrinya.
“Waktu saya mengakui perbuatan saya, saya pikir istri saya akan mengampuni saya, ternyata tidak sama sekali, istri saya sulit untuk mengampuni saya,” ujar Tanu.
Akhirnya setelah 2 tahun berlalu barulah Naomi benar-benar mengampuni Tanu. Menurut Naomi, itu semua sebuah proses dimana ia harus menerima Tanu apa adanya. Kasih mula-mula ia munculkan kembali dan dari situ Naomi mulai belajar mengampuni Tanu.
Diawali dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, sejalan dengan waktu, perlahan tapi pasti, Tuhan pun memulihkan kehidupan keluarga Tanu Widjaya.
“Saya bersyukur kalau saya bisa bebas dari dosa pornografi yang telah mengikat saya dari kecil sampai saya menikah. Dan saya melihat segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya itu bukan kebetulan, tetapi itu semua karena Tuhan,” ujar Tanu menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan pada 29 Oktober 2008 dalam acara Solusi Life di O’Channel)
Nara sumber :Tanu Widjaya
Akhirnya keadaan itu diketahui abangnya, kemudian ia dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dokter memvonisnya untuk dioperasi karena ia mengalami komplikasi pada bagian usus, yang menyebabkan pendarahan setiap kali buang air besar. Seluruh sprei sudah penuh dengan darahnya, sementara itu dua orang perawat sedang menyiapkan tempat tidur baru untuk memindahkannya keruang operasi…..tiba-tiba terdengar ketukan pintu, seorang pendeta masuk dengan langkah yang pasti dan segera minta ijin untuk mendoakan Pati.
Kedua perawat mempersilahkan dan meninggalkan keduanya di dalam kamar. Si pendeta mengajak Pati untuk berdoa dan saat itu Pati mengimani kesembuhan dari Tuhan pasti terjadi. Setelah berdoa si pendeta berkata “Pati engkau sudah sembuh!”
Setelah si Pendeta meninggalkannya Pati tertidur, tak lama kemudian dokter yang hendak mengoperasi masuk ke ruangan itu. Karena melihat Pati tertidur ia menugaskan perawat untuk membangunkan Pati satu jam lagi. Setelah satu jam kemudian seorang perawat mulai mengadakan pemeriksaan rutin pada tubuh Pati. Ada hasil pemeriksaan yang aneh menurut perawat, akhirnya dokterpun dipanggil untuk memeriksa Pati kembali. Ternyata benar keanehan yang dilihat perawat tersebut adalah kenyataan yang sebenarnya…Pati sudah sembuh total setelah bangun dari tidurnya, Tuhan menyembuhkannya.
Mukjizat adalah sesuatu yang nyata sampai saat ini untuk orang yang berharap pada Tuhan. Pati mengakui bahwa ada sedikit keraguan saat diberitahu bahwa Tuhan dapat menyembuhkannya. Ia Yakin Tuhan sanggup namun ia tidak yakin kalau Tuhan mau menyembuhkannya. Yang ia lakukan hanya berharap dan berserah dan akhirnya terjadi sesuatu………ia sembuh total.
dititipkan
“Saya merasa menjadi anak yang spesial pada waktu kecil. Saya bisa melakukan segala hal yang ada di sekolah dan juga menjadi harapan keluarga,” ujar Bambang kepada Tim Solusi.
. Rasa sakit yang dirasakannya pun sungguh tak tertahankan. Selama Bambang dirawat di rumah sakit, kedua orang tuanya dengan setia menemani Bambang.
Satu kali, aku ingin membuatkan anakku Indomie rebus. Jadi, aku tuang air panas dari termos ke atas mangkok berisi Indomie, yang aku taruh di atas pangkuanku. Saat air panas dituang, mangkok sedikit goyang dan mengenai pahaku. Aku pun bergerak refleks tetapi air panas itu malah tumpah semua dan mangkok pun jatuh ke lantai. Karena peristiwa itu, aku merasa kesakitan dan shock. Sebagai seorang mama, aku merasa tidak berguna karena untuk menyiapkan Indomie rebus buat anakku saja, aku tidak mampu. Jadi, untuk apalagi aku hidup?
Dokter menyarankan, agar tulang panggulku segera dipotong dan diganti dengan tulang dari bahan titanium. Untuk itu, aku harus menjalani operasi yang menelan biaya hampir Rp. 200 juta!
Atas permintaanku, suamiku membelikan aku sebuah lukisan Yesus dan menempelkannya pada dinding kamar kami. Lukisan itu mengingatkan aku akan kebaikan Tuhan dalam hidupku dan aku teringat kembali akan firman Tuhan yang sudah pernah aku dengar bahwa Tuhan sanggup menyembuhkanku. Aku merasa bersalah selama ini karena aku tidak percaya dan aku meninggalkan Tuhan.
Keesokan harinya kami pergi ke ibadah kesembuhan dan pada pukul 4 sore, seorang nenek mendekati kami dan menanyai suamiku. Suamiku kemudian menjelaskan bahwa aku adalah istrinya dan bahwa seluruh sendiku terasa ngilu dan tidak bisa digerakkan lagi. Lalu sang nenek bersimpuh di dekat kakiku dan berdoa. Dalam doanya, ia mengatakan bahwa Tuhan sanggup melakukan mukjizat dan Tuhan sanggup membangkitkan orang yang lumpuh. Doanya benar-benar membuatku yakin bahwa Tuhan sanggup sembuhkan aku dan pada saat itu di pikiranku sama sekali tidak ada keraguan. Seperti orang normal yang diperintahkan untuk berdiri, aku lalu mencoba berdiri dan aku bisa berdiri tanpa rasa sakit! 

Kengerian dan keterkejutan tak hanya dirasakan Ana. Veronika, adik Jorwil, tak urung shock melihat kondisi kakaknya. “Saya punya keinginan dan doa bahwa Tuhan akan menyelamatkan keluarga kami. Tapi, mengapa caranya harus seperti ini?” protes Veronika kepada Tuhan pada waktu itu. Veronika yakin Tuhan akan menyelamatkan nyawa kakaknya tetapi ia tidak pernah menyangka bahwa Tuhan akan memakai cara ‘kecelakaan maut’ untuk menuntun Jorwil kembali di dalam Tuhan. Veronika takut, AW, panggilan akrab Jorwil, merasa frustasi dan tidak kuat menghadapi kenyataan pahit yang menimpa dirinya. Apalagi menurut dokter, cidera yang diderita Jorwil cukup berat. Ia terlindas oleh ban mobil dan mengalami cidera pada tulang dada dan paru-paru yang cukup parah sehingga Jorwil harus menerima nafas bantuan dengan bantuan mesin. Tak hanya itu, Jorwil juga mengalami patah pada tulang paha, lengan atas, dan tulang selangka. Kalau saja tidak cepat ditolong dan tindakan menyadarkan pasien (resusitasi) tidak segera dilaksanakan, Jorwil dipastikan akan meninggal di tempat atau sesaat setelah tiba di UGD. Cidera paru-paru yang cukup berat, kemudian ditambah dengan cidera pada anggota-anggota gerak serta kehilangan darah yang banyak hanya memberi peluang fifty-fifty bagi Jorwil alias Jorwil bisa meninggal atau hidup.
Oleh dokter, Jorwil kemudian dioperasi di bagian kepala, tangan dan kaki selama 6 – 7 jam. Perjuangan di dalam doa untuk Jorwil masih terus berlanjut. Walaupun Ana tahu bahwa secara medis, mustahil bagi Jorwil untuk sehat kembali seperti sedia kala, toh ia memohon juga kepada Tuhan untuk kesembuhan Jorwil yang sempurna. Dan ternyata Tuhan telah menjawab apa yang Ana minta dalam doanya. Seperti mimpi yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, lewat doa Ana, sang istri, Tuhan memberikan kesembuhan bagi Jorwil. “Semua ini mukjizat dari Tuhan dan saya percaya Tuhan Yesus selalu bantu saya,” ujar Ana dengan bersukacita.
“Narkoba itu menjadi suatu kebanggaan bagi saya saat itu, saya pikir saya tidak gaul jika ke kafe atau ke diskotik tapi tidak menyentuh itu,” demikian Hilmar menceritakan masa lalunya.
Selama enam belas tahun Hilmar hidup dalam perzinahan dengan seorang wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak. Dia terbuai dengan hubungan gelap bersama wanita itu sampai lupa segalanya. Walaupun hubungan itu telah melukai hati ibunya, tetapi Hilmar tetap tidak memperdulikannya.
Suatu saat seorang kekasih Hilmar hamil. Dia akhirnya meminta kekasihnya untuk menggugurkan kandungannya. Dengan dibantu oleh seorang dokter yang menjadi kenalannya, kandungan kekasihnya itu digugurkan. Rintihan kekasihnya saat menjalani aborsi tidak membuat Hilmar bergeming. Bahkan setelah mengantarkan kekasihnya yang masih abg pulang, Hilmar melanjutkan malamnya dengan berpesta-pora seperti tidak pernah terjadi apa-apa.
“Dengan kembalinya Hilmar, itu seperti kembalinya anak yang hilang. Dengan pertobatan Hilmar, mami bisa bicara lagi. Mungkin mami saya umurnya panjang karena Hilmar kembali. Mulai terasa ada damai di rumah ini. Dulu saya merasa malu dengan tetangga, karena ada masalah sedikit ribut. Tapi sekarang hal seperti itu tidak terjadi lagi,” dengan haru kakak Hilmar menuturkan apa yang dirasakannya.