Senin, 28 November 2011

Kecanduan / Gila Seks

“Dalam satu minggu kurang lebih 3-4 kali ‘main’ dengan perempuan. Pernah dalam satu hari tiga kali berhubungan intim dengan perempuan yang berbeda. Kalau dibilang Hyper sex, iya! Sampai saat ini wanita pelacur yang pernah tidur dengan saya lebih dari seribu,” ujar Iyus.
Tidak ada yang menyangka bahwa seorang pelajar sekolah Theologia yang bernama Iyus Ruswanta ternyata pernah melakukan hubungan sex dengan ratusan wanita. Bertubuh kecil dan berkulit hitam, itulah sosok Iyus Ruswanta yang juga pernah merenggut keperawanan enam orang perempuan. Bahkan ia sempat memaksa tiga orang pacarnya untuk melakukan aborsi.
Ajakan Dari Teman
Salah seorang teman Iyus pernah memberikan dia sebuah ajaran sesat dimana ia mengatakan bahwa jika Iyus berhasil meniduri tujuh orang perawan maka ia akan menjadi laki-laki yang memiliki aura – daya tarik terhadap wanita. Sebuah ajaran bodoh yang tidak masuk di akal namun diyakini benar oleh Iyus. Apa yang diucapkan oleh temannya itu terus terngiang dalam pikirannya dan ia pun mulai mencari korban perempuan untuk dijadikan mangsanya.
Pengalaman Seks Di Masa Kecil
Ketika Iyus masih duduk di bangku SD kelas 2, ia mengalami kejadian yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupnya. Waktu itu Iyus sedang bermain di depan rumahnya ketika tetangganya memanggil Iyus untuk masuk ke dalam rumahnya. Tetangga Iyus itu adalah seorang janda berusia 30 tahun. Ketika berada di dalam rumah, janda itu mengajak Iyus masuk ke dalam kamar dan menyuruhnya membuka celana. Wanita itu lalu mengajarkan Iyus cara berhubungan intim, padahal pada waktu itu Iyus yang masih kecil sama sekali tidak mengerti apa yang sesungguhnya sedang mereka lakukan. Setelah melakukannya, Iyus diberi uang oleh janda tadi. Seminggu kemudian Iyus diajaknya lagi melakukan hal yang sama di sebuah kebun kosong sambil berdiri. Iyus sendiri tidak menolak ajakannya, karena ia berpikir akan mendapatkan uang setelah itu.
Berzinah Dengan PSK Dan Jemaat Yang Dilayani
Dari usia remaja Iyus sudah mulai mengenal wanita malam dan ia sering kali berhubungan seks dengan mereka. Ratusan wanita sudah pernah melayani nafsu birahinya hingga saat ini. Bahkan ketika ia kuliah dengan jurusan Theologia di Jogyakarta Iyus sering berhubungan seks dengan para pelacur tanpa ada yang mengetahuinya. Iyus sempat terpilih menjadi salah satu dari sepuluh mahasiswa yang boleh melakukan khotbah di luar kota. Pertama kali pelayanan ia ditugaskan di kota Magelang. Tetapi tiga hari setelah itu Iyus malah jatuh lagi ke dosa perzinahan dengan salah satu jemaat yang ia layani. Dia adalah seorang janda dan Iyus berhubungan seks dengannya sebanyak lima kali di rumah janda tersebut. Perbuatannya itu pada akhirnya diketahui dan Iyus diskors selama satu tahun dari pelayanan.
Kepergok Ingin Memperkosa Teman Istri
Pada tanggal 14 Juli 1996 Iyus menikahi seorang wanita bernama Sri Hastuti. Awal pernikahan mereka memang berjalan dengan baik, tapi setelah mempunyai seorang anak satu tahun kemudian Iyus jatuh lagi ke dalam dosa seksual. Tanpa sepengetahuan istrinya ia sering mengunjugi tempat berkumpulnya para wanita malam.
Kelakuan Iyus setelah mempunyai istri ternyata tidak juga berubah menjadi baik. Ia pernah memaksa istrinya untuk mengintip seorang wanita yang sedang mandi sebelum mengajak Sri Hastuti untuk berhubungan intim.
Pada suatu malam Sri Hastuti, istri Iyus membawa temannya untuk menginap dan tidur bersamanya. Iyus yang sudah tidur terlebih dahulu tidak menyadari bahwa istrinya hendak membawa tamu untuk tidur di rumahnya. Ketika ia terbangun di tengah malam, Iyus baru menyadari ada tamu wanita sedang tidur di samping istrinya. Seketika itu juga Iyus terangsang melihat tubuh teman istrinya dan tergoda untuk menyetubuhinya. Namun belum sempat ia memulai niat jahatnya, wanita itu menjerit dan jeritannya membuat Sri Hastuti terbangun. Caci maki dan kata-kata kasar Iyus lontarkan kepada istrinya yang seharusnya mendapat permohonan maaf dari Iyus.
Setelah saling melontarkan kata-kata kasar, Iyus pun mengusir istri dan anaknya keluar dari rumah. “Rasa sakit hati saya sudah tidak tertahan lagi. Waktu itu malam-malam jam 12 saya langsung kabur dari rumah,” ujar Sri Hastuti. “Saya sengaja berjalan di tengah jalan sambil menggendong anak saya. Bis-bis yang lewat mengklaksonin saya dan sopirnya mencaci maki saya. Padahal saya benar-benar ingin mati.”
Depresi Akibat Ditinggal Anak
Beberapa hari Iyus tinggal seorang diri di rumah. Sri Hastuti sempat menelponnya satu kali di siang hari, dan lewat pembicaraan di telepon Iyus mendengar suara anaknya yang sedang sakit diare parah dan nyaris mati. Hatinya mulai tersentuh mendengar penderitaan yang dialami oleh anaknya. “Mengapa saya mengusir istri dan anak saya!” Seru Iyus dalam hati sambil meratapi kesendiriannya. Iyus sangat merindukan anaknya pada waktu itu. Kepergian anaknya membuat jiwa Iyus terluka. “Di tembok dinding itu saya menulis dengan cat pilox: David, papa sayang kamu, papa rindu sama kamu David, pulang… Kembali ke Cikampek,” ujar Iyus. Terngiang terus suara anaknya yang ia dengar ketika istrinya menelpon beberapa hari yang lalu.
Sri Hastuti Kembali Ke Rumah
Setelah 4 bulan berpisah dengan Iyus, Sri Hastuti memutuskan untuk kembali berkumpul dengan suaminya dan Iyus pun meminta maaf. Namun Iyus tetap bersenang-senang di atas penderitaan sang istri. Rasa sakit yang dialami Sri Hastuti membuat ia menolak kelahiran anak keduanya. Sering kali Sri Hastuti memukuli perutnya yang sudah mulai membesar. “Saya tolak itu dan saya pukuli perut saya. Kenapa mesti dikasih anak lagi? Saya sudah punya beban yang sangat berat,” ujar Sri Hastuti. Meskipun begitu, Iyus berusaha untuk menenangkan hati istrinya ketika melihat Sri Hastuti memukuli perutnya sendiri. Bayangan aborsi yang pernah dilakukan 3 kali kepada mantan pacarnya membuat Iyus takut dan merasa berdosa. Ia tidak ingin terjadi apa-apa pada anak yang sedang dikandung oleh Sri Hastuti. Dalam keadaan rumah tangga yang kacau-balau, Sri Hastuti memutuskan untuk melahirkan anak keduanya di Jawa. Satu setengah tahun lamanya Iyus berpisah dengan Sri Hastuti sebelum ia mengajak istrinya untuk tinggal satu rumah lagi. Setelah Sri Hastuti kembali, Iyus berjanji akan memulai lembaran baru dengan sang istri. Namun ternyata janji itu tidak dipenuhinya.
Rasa Benci Sang Istri Memuncak Setelah Dihajar Iyus
Sebuah pertengkaran dahsyat terjadi kembali. “Saya selalu ngomongin masa lalunya. Dia sudah minta maaf kepada saya, tapi saya sering ulang-ulangi melecehkan dan mengomeli dia,” ujar Sri Hastuti. Hingga pada suatu malam, Iyus menjadi gelap mata dan emosinya memuncak ketika istrinya mengungkit masa lalunya. Tanpa pikir panjang Iyus meninju istrinya berkali-kali seperti memukul seorang laki-laki. Mulut Sri Hastuti hancur dan mengucurkan darah. Iyus masih terus menghajarnya dengan geram tanpa mempedulikan luka-luka yang sudah mulai berdarah di wajah istrinya. Diinjak dan ditendangnya Sri Hastuti sekuat tenaga ketika Sri Hastuti terjatuh.
Rumah Tangga Semakin Rusak
Hari-hari selanjutnya Sri Hastuti semakin tersiksa dengan perilaku Iyus. Setiap kali hendak melakukan hubungan badan, Iyus selalu mengajak istrinya menonton film porno. “Batin saya menjerit, rasa kebencian saya sebenarnya sudah membuat saya ingin menolak,” ujar Sri Hastuti.
“Saya tidak bangga melakukannya. Saya malu. Saya sudah berusaha untuk menghentikan dan melawannya. Namun saya tidak mampu. Sudah seperti menjadi jiwa saya bahwa Iyus itu penjinah,” ujar Iyus. Semakin sering Iyus menyesali perbuatannya dan berusaha dengan kekuatannya sendiri untuk keluar dari cengkeraman dosa seksual, semakin dalam ia terperangkap dalam dosa ini. “Saya sudah benci kepada dosa-dosa saya. Saya lebih jorok dari sampah. Najis dan kotor sekali. Hidup saya memalukan,” ujar Iyus. Setiap hari tidak pernah Iyus rasakan kedamaian yang sejati dalam hidupnya. Ia mulai merasakan jenuh dengan keadaan hidup yang seperti itu dan berniat untuk berubah. Iyus benar-benar merasakan kerinduan yang kuat untuk bisa berubah dan sadar bahwa satu-satunya orang yang bisa melakukan perubahan itu adalah dirinya sendiri. Sementara itu pengharapan dan doa Sri Hastuti tidak pernah terhenti. “Saya berdoa pasti Tuhan akan mengubahkan hidup saya. Tidak mungkin selalu seperti ini terus. Walaupun suami saya seperti itu, tetapi saya punya Tuhan yang menguatkan saya. Dan banyak saudara-saudara saya yang Tuhan pakai untuk mengasihi saya,” ujar Sri Hastuti.
Hidup Iyus Dipulihkan
Berminggu-minggu Iyus berseru kepada Tuhan untuk membantunya melepaskan diri dari jeratan dosa yang mencengkeramnya. Ia sudah muak dengan kebiasaan buruknya. Tiada henti-hentinya Iyus meminta pertolongan Tuhan. Hingga pada suatu hari ia tidak menyangka bahwa ajakan temannya untuk mengikuti sebuah camp khusus pria ternyata menjadi pintu perubahan hidup yang selama ini Iyus nantikan. Dan lewat camp tersebut lawatan Tuhan mulai terasa dalam hidupnya. Iyus teringat anak dan istrinya sambil berseru kepada Tuhan, “Tuhan tolong pulihkan saya. Saya sudah lelah dengan hidup ini. Saya ingin memulai lembaran yang baru!” Iyus mulai merasakan jamahan Tuhan dan ia tahu bahwa semua dosanya sudah diampuni Tuhan ketika ia sungguh-sungguh meminta ampun dihadapan-Nya.
“Sambil menangis saya sadar, bahwa Tuhan benar, Tuhan memanggil saya untuk jadi seorang suami dan kepala dalam rumah tangga saya. Seharusnya saya mendatangkan berkat bagi anak-anak dan istri saya. Saya sangat berdosa sekali di hadapan Tuhan. Saya sangat menyesal dengan apa yang pernah saya lakukan. Kalau hidup saya bisa diulang dari awal, saya tidak ingin hidup seperti yang telah saya jalani,” ujar Iyus.
Sepulangnya dari acara itu Iyus langsung menemui istrinya. Dipeluknya Sri Hastuti sambil menangis dan ia meminta maaf kepada istrinya atas semua perbuatannya. Sri Hastuti pun meminta ampun kepada Iyus karena sebagai istri dia tidak menghormati Iyus. Mereka saling mengampuni dan berdoa bersama. Mereka menyerahkan masa depan rumah tangga mereka ke dalam tangan Tuhan dengan ucapan syukur.
“Sampai saat ini dia tunjukkan benar pertobatannya, Iyus sudah tidak merokok lagi, tidak judi lagi, tidak mabok, dan tidak main perempuan. Saya bersyukur saat ini suami saya dipulihkan dan keluarga kami pun dipulihkan,” ujar Sri Hastuti.
“Ini kuncinya, untuk kuat menghadapi godaan seksual kita harus membangun hubungan yang kuat secara terus menerus dengan Tuhan. Itu sudah saya buktikan dalam hidup saya,” ujar Iyus. “Keluarga saya bahagia, istri saya bahagia, anak-anak saya bahagia. Kehidupan rumah tangga kami sungguh damai. Saya tahu dihadapan Tuhan saya adalah ciptaan yang baru.” (Kisah ini telah ditayangkan 6 Agustus 2007 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Artikel :
Jawaban.com
Sumber Kesaksian :
Iyus Ruswanta

Bertobat Setelah Maut Hampir Menjemput

Pada tahun 1980 Sulaiman terlibat penganiayaan seorang pengusaha dari Medan. Karena diselimuti rasa takut dan berniat untuk menghilangkan jejaknya, Sulaiman pun lari ke Jakarta dari Sumatera Utara. Sesampainya di Jakarta Sulaiman bertemu dengan seorang gadis di gereja dan ia suka kepadanya. Hubungan mereka semakin dekat dan mereka pun sepakat untuk membawa hubungan tersebut ke dalam pernikahan yang resmi. Akan tetapi keberuntungan tidak memihak kepada Sulaiman sejauh itu. Pihak keluarga dari perempuan tidak setuju karena melihat latar belakang Sulaiman yang tidak jelas.
Akibat membawa lari kekasihnya dan tinggal di rumah seorang penatua gereja, Sulaiman menerima surat panggilan dari pihak kepolisian. Ia dituduh telah melanggar KUHP pasal 332. Yaitu tentang kawin lari. Sulaiman pun disidang pada tahun 1983 dan harus mendekam selama 2 tahun di dalam sel lembaga permasyarakatan kelas 1 Cipinang, Jakarta.
Bertemu Pinta Sesudah Dibebaskan Dari Penjara
Tepatnya 17 Agustus 1985, Sulaiman mendapat remisi tahanan dan ia bisa keluar dari LP Cipinang dan pulang ke Medan. Saat itu ia bertekad untuk berubah dan menjalani hidup yang benar. Beberapa hari setelah ia kembali ke Medan, Sulaiman bertemu dengan seorang gadis muda dan cantik ketika ia sedang bermain ke rumah pamannya. Namanya Pinta. Gadis itu adalah salah satu anak kost yang tinggal di rumah pamannya.
Pertemuan Sulaiman dengan Pinta ternyata menciptakan sebuah rasa ketertarikan dalam diri mereka. Hari-hari selanjutnya Sulaiman gunakan untuk melakukan pendekatan kepada Pinta. Cinta Sulaiman tidak bertepuk sebelah tangan. Pinta menerima dirinya untuk menjalin hubungan kasih. Namun sebelum hubungan mereka berlanjut ke jenjang pernikahan, Pinta sudah hamil terlebih dulu akibat cara berpacaran mereka yang terlewat batas. Pernikahan yang awalnya ditentang oleh orang tua pun akhirnya terpaksa dilaksanakan. Mereka menikah di daerah Tanah Karo, kecamatan Munte dan tinggal bersama orang tua Sulaiman.
Perjalanan Karir Sulaiman Menuju Puncak Keberhasilan
Sulaiman bekerja sebagai seorang sopir angkot ketika ia baru menikah dengan Pinta. Tidak pernah ia sangka bahwa wanita janda pemilik mobil angkotnya ternyata menaruh hati kepada Sulaiman. Dengan keputusan bulat Sulaiman meninggalkan pekerjaannya dan mencari pekerjaan yang lain. Ia memberanikan diri membuka usaha bengkel sepeda motor dan tambal ban. Pada waktu itu istrinya sedang mengandung anak mereka yang pertama.
Pada tahun 1989 Sulaiman beserta istrinya pindah dari rumah orang tuanya dan tinggal di sebuah rumah kontrakan. Sulaiman menutup usaha bengkelnya karena ia mulai bekerja di sebuah hotel melati yang bernama Hotel Intan di daerah Padang Bulan. Posisi yang ia pegang pun kian meningkat hingga sampai ke posisi manager hotel.
Awal Perselingkuhan Terjadi
Pada suatu hari, seorang karyawan hotel melapor kepada Sulaiman bahwa ada seorang gadis yang tidak mau keluar dari kamar, padahal ia tidak mempunyai uang lagi untuk membayar biaya sewa kamar hotel. Gadis berumur 18 tahun itu pun dibawa ke ruangan Sulaiman. “Dia ditinggal di hotel bersama seorang pengusaha di Medan. Dia mengutarakan bahwa dia lari dari rumah,” cerita Sulaiman. Bujuk rayu iblis mulai merasuki pikiran Sulaiman. Ia mengajak wanita itu pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah, Sulaiman bercerita kepada istrinya bahwa gadis itu adalah seorang anak yang hendak dijual oleh orang tuanya. Pinta pun percaya dan setuju untuk memelihara anak itu sebagai anak angkat. Akan tetapi tanpa sepengetahuan Pinta, Sulaiman berselingkuh dengan gadis itu. “Jadi setiap kali saya hendak berhubungan intim, saya ajak dia keluar. Dia itu pemuas nafsu saya yang sebenarnya,” ujar Sulaiman. “Istri saya juga cukup memuaskan, tetapi seperti makan daun ubi kadang-kadang ingin makan daun kangkung juga.”
Kecurigaan Pinta mulai timbul setelah beberapa bulan gadis itu tinggal di rumahnya. “Saat mereka sedang ngobrol, tanpa sengaja saya lihat kakinya sedang main di bawah meja. Tapi saya tidak berani menanyakannya kepada suami saya,” ujar Pinta. Kecurigaan Pinta sudah berbulan-bulan ia pendam. Hingga pada suatu hari Pinta mulai memberanikan diri bertanya kepada suaminya mengenai gadis tersebut, namun perlakuan kasar yang ia terima. Sulaiman menamparnya hingga ia terjatuh dan ketika Pinta hendak lari, Sulaiman menjambak rambut Pinta sambil menyeretnya di bawah lantai. Padahal Pinta tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya. Satu tahun lamanya gadis itu tinggal bersama Pinta dan Sulaiman. Setelah itu Sulaiman membawa gadis itu tinggal di rumah orang tuanya tanpa diketahui oleh Pinta. Di sana hubungan perselingkuhan mereka semakin menjadi-jadi.
Terlibat Dengan Pergaulan Malam
Tahun 1993 merupakan tahun kelimpahan dalam hidup Sulaiman. Ia sukses membuat hotel yang dikelolanya mengeruk banyak keuntungan. Mulai dari mobil, uang dan kartu nama untuk pemotongan 30% di seluruh diskotik di kota Medan ia dapati. Namun kekayaan tersebut malah membuatnya hidup jauh dari Tuhan. Hampir setiap malam Sulaiman keluar masuk diskotik, minum minuman keras, mengonsumsi inex dan ganja. Kehidupan yang mewah ternyata malah membuat efek buruk dalam diri Sulaiman. “Saya gampang emosi, temperamen saya sangat tinggi. Saya selalu menyepelekan orang lain, sombong dan pikiran saya hanya uang-uang dan uang saja,” ujar Sulaiman. “Sejak saya mengenal diskotik, saya jadi sering pulang malam dan dalam keadaan mabuk. Kalau sudah begitu istri saya selalu menjadi sasaran kemarahan saya.” Sampai istrinya melahirkan anak yang kedua, perilaku Sulaiman tidak juga berubah.
Menghamili Seorang Wanita Penyanyi Pub
Hampir setiap malam ia membawa selingkuhannya keluar masuk diskotik. Hingga pada suatu kali ia merenggut keperawanan seorang penyanyi pub. Bahkan ia sampai hamil. Sulaiman pun menikahi wanita yang berbeda agama dengannya di bawah tangan. Kebejatan Sulaiman tidak berhenti sampai di situ, beberapa waktu kemudian Sulaiman kembali menjalin hubungan gelap dengan seorang janda dan penyanyi pub. Penyanyi pub itu pun hamil dan meminta pertanggung-jawaban Sulaiman. Tapi Sulaiman tidak mau bertanggung jawab. Ia merasa bukan hanya dia teman pria wanita tersebut. Mereka pun sepakat mengaborsi anak yang dikandungnya dan setelah itu si wanita jatuh sakit.
Tanpa perasaan – Sulaiman menyuruh Pinta untuk merawat wanita tersebut. Mereka tinggal bersama, bahkan tidur seranjang bertiga di sebuah kamar hotel tempat Sulaiman bekerja. “Sebenarnya bapak tidak mengancam saya, saya saja yang takut. Karena di mobilnya sering ada parang, clurit dan pisau,” ujar Pinta. Karena tidak tahan dengan ancaman dari Sulaiman dan wanita-wanita selingkuhan suaminya, Pinta pun lari ke gereja untuk berdoa. Sulaiman mencari Pinta dan mengancam seluruh keluarga istrinya. Tanpa dia ketahui bahwa Pinta sedang berada di gereja dan tinggal di sana selama 2 hari. “Saya tahu dalam pemrosesan ini Tuhan sedang melatih kesabaran saya. Sering kali menyakitkan, namun saya bilang sama Tuhan, sekalipun ini menyakitkan, Tuhan, saya mau melewati ini semua. Cuma beri saya kekuatan,” ujar Pinta.
Menceraikan Istri Muda Demi Seorang Janda Kaya
Kehidupan Sulaiman semakin hancur dan liar. Kini ia memiliki 2 istri dan masih berselingkuh dengan seorang janda kaya. Janda inilah yang sering memberi uang banyak kepada Sulaiman. Anak-anak dan istrinya ditelantarkan begitu saja. Pada tahun 2000 Sulaiman menceraikan istri mudanya namun tetap menjalin hubungan serius dan intim dengan si janda kaya. Menurut Sulaiman janda itu banyak mendukung dan sangat perhatian kepadanya. Pinta pun kembali ke kampung halamannya setelah kabur dan menginap di rumah sahabatnya selama beberapa hari.
Sulaiman Sakit Parah
Memasuki bulan Juni 2002 Sulaiman jatuh sakit dan ia langsung dilarikan ke rumah sakit karena muntah darah. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata penyakitnya cukup parah dan komplikasi sehingga ia harus lama dirawat. Karena sering meminum minuman keras, keluar malam dan mengonsumsi obat-obatan, kini tubuh Sulaiman harus menanggung akibatnya.
Mendengar bahwa suaminya sakit parah, Pinta pun bergegas menuju ke rumah sakit dan menjenguk Sulaiman. Namun kenyataan yang menyakitkan kembali ia alami. “Di sana ada perempuan yang sedang merawat bapak, bahkan dia merasa dialah istrinya yang sah,” ujar Pinta. “Saya berusaha untuk sabar meskipun hati saya terasa teriris pada waktu itu.” Janda kaya itu merawat Sulaiman dan membiayai semua biaya perawatan rumah sakit.
Setelah pulang ke rumah – tubuh Sulaiman masih dalam kondisi lemah, sejak saat itulah ia bergantung penuh pada obat. Sulaiman pulang dari rumah sakit bersama si janda kaya. Karena paksaan dari saudara Sulaiman, Pinta yang tadinya berniat untuk tidak mau menemui Sulaiman lagi akhirnya datang menjenguk suaminya. Kembali ia melihat keberadaan si janda kaya di samping tempat tidur Sulaiman. Dengan hati yang hancur ia memaksakan diri untuk bisa berada di dekat Sulaiman pada waktu itu.
Kembali Masuk Ke Persekutuan Gereja
Karena penyakitnya tak kunjung sembuh, Sulaiman mulai merasa takut akan kematian. Ia teringat akan dosa-dosanya dan ia yakin bahwa jika nanti ia mati pasti akan masuk ke dalam neraka. Sulaiman pun mulai membuka hati untuk didoakan oleh Pinta. “Saya akan meninggalkan kebiasaan buruk saya dan melayani Tuhan. Itulah komitmen saya kepada Tuhan,” ujar Sulaiman. Kesehatan Sulaiman mulai membaik seiring berjalannya waktu.
Tahun 2003 Sulaiman dibaptis dan mulai rajin datang ke gereja. Dua tahun kemudian orang tuanya meninggal. Janda kaya itu datang lagi pada waktu pemakaman. “Di situlah terakhir saya ketemu dengan dia,” ujar Sulaiman. “Saya tidak mau lagi berbagi hidup dengannya. Saya sudah lelah. Dan saya putuskan saat itu juga bahwa tidak akan memberi kesempatan kepadanya lagi. Saya ingin benar-benar ada di dalam Tuhan.”
Sulaiman mulai aktif melayani di GPDI Imamat Rajani. Dan jamahan Tuhan yang luar biasa sangat ia rasakan ketika sedang mengikuti Champion Gathering. Di sinilah Sulaiman benar-benar dipulihkan setelah ia didoakan oleh seorang pendeta. Dia menyesali segala perbuatannya, dan pada sesi selanjutnya, Sulaiman menyampaikan permohonan maafnya yang tulus kepada sang istri. “Dia bilang, Ting, minta maaf yah… Itu adalah panggilan sayang dia kepada saya,” cerita Pinta sambil tersenyum bahagia. “Saya terharu mendengar hal itu yang selama ini belum pernah dikatakannya kepada saya.”
Di sana Pinta menangis dan dipeluk oleh Sulaiman. Ia juga mengampuni perbuatan suaminya. Setelah itu mereka berdua melaksanakan peneguhan nikah kembali. Dan itu membawa dampak kepada kehidupan keluarga mereka. Sifat kasar Sulaiman sudah hilang sama sekali dan ia semakin mencintai istri dan anak-anaknya. “Saat ini saya benar-benar merasa bersyukur kepada Tuhan Yesus. Keluarga yang saya miliki sekarang benar-benar bahagia oleh karena pertolongan-Nya,” ujar Sulaiman menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan 12 November 2007 dalam acara Solusi di SCTV).


Sumber Artikel :
Jawaban.com
Sumber Kesaksian :
Sulaiman T. Depari

Permaisuri Lucifer

Terbukanya Celah Kegelapan
Pada suatu hari, seorang paranormal, datang berkunjung ke rumah Pak Bambang Prasetyo, ayah Lala. Paranormal yang adalah tetangga Lala itu mengatakan bahwa ada sesuatu yang khusus pada Lala, kesaktian supranatural dari Kakek Lala akan turun kepada Lala, anak ke-2 dari 2 bersaudara itu. “Ketika Paranormal itu meminta Lala untuk berpuasa, saya pikir itu bukanlah sesuatu yang berbahaya buat anak saya,” ujar Pak Bambang, yang sebelum menikah dengan Ibu Annie memeluk agama Islam. Lala pun mulai berpuasa. Ia menerima anjuran itu. Sang paranormal berkata bahwa ilmu yang Lala miliki bisa digunakan untuk kebaikan dan menolong banyak orang. Salah satunya menyembuhkan orang sakit. Meskipun masih ragu, namun Lala menurutinya. Paranormal itu menasihatkan Lala untuk hidup jujur, jangan curang dan berbuat tidak benar, sehingga Lala semakin tertarik. Bahkan ia menyampaikan pesan Kakek Lala supaya Lala rajin belajar. Lala juga percaya bahwa itu benar.
Kejadian Supranatural
Satu hari setelah berpuasa dan mengikuti ritual yang disarankan, Lala bisa melihat dan berbicara dengan arwah yang sudah mati. Arwah-arwah itu berwujud manusia dan sering mendatangi Lala sambil menitipkan pesan untuk keluarga yang mereka tinggalkan. Salah satu arwah berpesan kepada anak-anaknya supaya mereka segera berkunjung ke kuburannya. Kemudian Lala menyampaikannya.
Suatu ketika, Lala menyadari bahwa ia memiliki kemampuan untuk memindahkan barang apa pun tanpa menyentuhnya. Cukup dengan berkonsentrasi maka barang tersebut akan bergerak ke mana pun Lala kehendaki. Bahkan orang sakit dapat Lala sembuhkan.
Memasuki tahun 2001, Lala bertemu dengan Sunan Gunung Jati dan Sunan Kali Jaga. Ia bisa pindah ke satu tempat ke tempat lain, muncul pada saat orang lain tidak melihatnya. Setiap kali mengisi bensin di sebuah pom bensin, kasirnya selalu berkata bahwa Lala sudah membayarnya. Padahal Lala tidak mengeluarkan uang sepeser pun. Kejadian-kejadian itu membuat Lala semakin disanjung oleh teman-temannya. Namun teman-teman Lala yang beragama Kristen tidak menunjukkan kekaguman kepada Lala, sehingga Lala merasakan suatu kejanggalan.
Tamu Misterius Datang Ke Dalam Kamar
Suatu hari, sepulangnya Lala dari kampus, ia melihat seorang laki-laki berwajah tampan sedang duduk di atas tempat tidurnya. Mukanya telihat halus dan licin. Lala hendak memarahinya karena ia lancang masuk ke dalam kamar, namun mulut Lala tidak dapat mengeluarkan suara. Laki-laki itu menatap Lala dengan tatapan tajam lalu berkata, “Kamu adalah pilihanku, dan kamu akan kujadikan permaisuri. Akan kuberikan semua fasilitas yang kamu butuhkan, rumah, uang, mobil dan harta yang melimpah, sehingga kamu tidak merepotkan orang tuamu lagi.” Lala sempat terbuai dengan tawaran itu. “Jika kamu menjadi permaisuriku maka kita berdua akan membuat Bandung berdarah,” ucap laki-laki itu lagi. Lala mulai ketakutan dan sadar bahwa laki-laki ini bukan manusia. Mulutnya yang sempat terkunci tiba-tiba bisa berbicara kembali. “Saya tidak mau,” jawab Lala. Wajah laki-laki misterius itu berubah menjadi tidak bersahabat, seperti penuh dengan amarah. Dalam sekejap mata tiba-tiba ia menghilang dari kamar Lala. Dan seiring kepergiannya, terasa guncangan hebat dalam kamar Lala sehingga membuat seisi kamarnya berantakan. Bahkan orang tua Lala yang sedang berada di lantai atas ikut merasakan guncangan tersebut. Perasaan Lala mulai tidak karuan. Ia mulai merasa khawatir dan bertanya dalam hati, apa yang sekiranya akan terjadi dalam hidupnya setelah kejadian ini.
Teror Akibat Dendam Amarah Lucifer
Lima hari berlalu dari kejadian itu, ternyata belum terjadi apa-apa dalam kehidupan Lala. Ia pergi ke kampus seperti biasanya. Ketika pulang kuliah, ia melihat keadaan di dalam mobilnya berantakan. Tiba-tiba saat ia hendak masuk ke dalam mobil, pintu mobil Lala tertutup sendiri dan terbanting keras sehingga menjepit tangan Lala. Lala menjerit kesakitan namun tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Setelah cukup lama menahan sakit, barulah pintu itu terbuka kembali dan Lala dilarikan oleh satpam kampusnya ke rumah sakit Bandung.
Keesokan harinya, di saat Lala sedang jalan-jalan dengan teman-temannya, sesuatu yang keras seperti memukul kepalanya. Teman-teman Lala tidak melihat apa-apa, bahkan menganggap Lala hanya bergurau. Sampai tiba-tiba wajah Lala lebam dan terluka dengan sendirinya. Hanya Lala sendiri yang merasakan pukulan-pukulan itu. Seperti ada roh halus yang sedang menghajarnya.
Di dalam kelas, ketika Lala sedang mengikuti pelajaran salah satu mata kuliahnya, tiba-tiba tubuh Lala terlihat seperti ada yang menarik, dan kursi yang Lala duduki melayang ke atas udara. Seisi kelas merinding ketakutan dan bingung dibuatnya. Teman-teman Lala mulai panik melihat kejadian itu. Dan untuk mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali, mulai di hari selanjutnya mereka mengadakan doa bersama sebelum kuliah dimulai. “Kehidupan saya tidak tenang karena ‘mereka’ selalu mengganggu saya,” ujar Lala.
Gangguan belum berakhir. Sewaktu makan, Lala tidak bisa memasukkan makanan yang ada di sendok ke dalam mulutnya. Ketika ia mencoba dengan garpu, garpu itu melesak ke dalam mulutnya dan menusuk ke lidah. Teman-temannya berusaha membantu Lala menarik garpu itu, namun tidak berhasil. Darah mulai mengalir dari dalam mulut Lala. Akibat dari kejadian itu Lala tidak bisa makan selama satu minggu, badannya mulai terlihat kurus sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan khusus.
Sesampainya di rumah sakit, jarum infus yang hendak dimasukkan ke pembuluh darah Lala sulit untuk dimasukkan. Dokter yang bertugas semakin dibuat heran ketika muncul tanda seperti simbol ‘X’ berwarna merah di dahi Lala. Simbol itu seperti luka yang kering. Bahkan beberapa waktu kemudian muncul tulisan ‘SATAN’ di tubuh Lala. “Saya dipermalukan sekali oleh Lucifer,” ujar Lala.
Teror demi teror terus berdatangan. Semakin hari semakin aneh dan mengerikan. Tiba pada puncaknya ketika Lala sedang masuk ke dalam kamar mandi, ia menghilang seketika. Teman-temannya sempat terbelalak ketika mereka melihat kamar mandi dalam keadaan kosong. Karena sebelumnya mereka sempat melihat dengan jelas Lala masuk ke dalam situ. Akhirnya disebarkan berita kalau Lala hilang. Seorang petugas polisi menemukan Lala sedang berdiri di pinggir jalan. Kejadian itu terulang kembali pada hari berikutnya. Lala menghilang dan ia tiba-tiba sudah berada di pegunungan Ciwidey.
Suatu hari Lala melihat sosok iblis keluar masuk dalam tubuhnya. Perlahan penglihatannya mulai memudar dan semua yang dilihat Lala seperti buram. Pada akhirnya Lala tidak dapat melihat sama sekali. Semua serba gelap. Beberapa menit kemudian sebuah tangan yang besar terasa seperti mencekik leher Lala. Dan Lala menjadi bisu seketika itu juga. Di saat yang bersamaan, kaki Lala juga lumpuh. Kejadian itu terjadi pada bulan April 2002. Tidak sampai di situ saja. Iblis juga menyumbat pikiran Lala sehingga Lala menjadi amnesia dan tidak mengenali satu orang pun yang ada di dekatnya. Stres yang hebat mulai Lala alami. Ia merasa tidak memiliki pengharapan. Nilai-nilainya hancur dan teman-temannya satu per satu mulai pergi menjauhi dirinya.
Pencobaan Bunuh Diri
Lima hari sudah Lala lewati dalam keadaan buta, bisu, lumpuh dan tidak mengenali suara-suara yang ia dengar. Pilihan yang terlintas dalam pikiran Lala hanya ada 2; menyerahkan diri kepada iblis atau bunuh diri. Karena sudah tidak kuat menahan penderitaan tersebut, Lala memutuskan untuk bunuh diri. Ia mencoba meraba-raba seisi kamarnya untuk mencari barang yang tajam supaya dapat menikam lehernya sendiri dan menghabisi nyawanya. Tetapi niat itu batal ketika seseorang masuk ke dalam kamarnya dan menggenggam tangan Lala. Orang itu menuliskan sesuatu di atas tangan Lala, “Ini mama.” Dan lagi ia menuliskan sebuah kalimat, “Segala sesuatu indah pada waktu-Nya. Yesus sayang sama Lala.” Hingga akhirnya Lala menemukan pilihan yang ke-3, yaitu menerima Yesus.
Mujizat Kesembuhan Terjadi Saat Pelepasan
Sementara itu, selain kedua orang tua Lala, ada banyak orang berdoa untuk Lala. Karyawan Maranatha di bagian pembukuan juga ikut berpuasa untuk Lala, bahkan mereka berdoa selama berjam-jam. Mereka berdoa agar Tuhan segera menolong dan mengasihani Lala. “Saya melihat suatu keindahan yang Tuhan perlihatkan. Rumah kami menjadi rumah doa,” ucap Pak Bambang dengan wajah berseri-seri ketika memberikan kesaksian. Kebahagiaan terpancar dari mimik wajahnya yang tenang ketika ia mengingat kembali kejadian itu. Akhirnya mujizat kesembuhan terjadi. Doa orang benar besar kuasanya. Lala bisa mendengar dan berbicara lagi, meskipun ia belum bisa melihat.
Lala mulai ikut bernyanyi memuji dan menyembah Tuhan bersama teman-temannya. Dan secara ajaib perlahan-lahan warna hitam yang menutupi penglihatannya mulai berubah menjadi warna-warni. Lala bisa melihat kembali. “Saya mulai mengamati bahwa pujian dan penyembahan ada kuasa. Tuhan bertahta di atas puji-pujian,” ujar Lala.
Kejadian Aneh Muncul Kembali
Beberapa hari kemudian, ketika sedang berada di dalam mobil bersama kedua orang tua dan pamannya, Lala tiba-tiba menghilang. Kejadian itu membuat mereka menjadi ngeri dan panik, karena Lala tidak lagi berada bersama mereka. Sedangkan Lala sendiri tiba-tiba sudah berada di dalam sebuah rumah besar yang aneh. Beberapa anak muda menyapa kehadiran Lala. Lala tidak dapat menggerakkan anggota tubuhnya. Kuasa iblis seperti sedang menguasainya. Lalu datang seseorang memasuki ruangan, seorang laki-laki yang dahulu pernah berada di dalam kamar Lala. “Mungkin kamu lupa sama saya, tapi hari ini kamu akan saya jadikan permaisuriku,” ucap laki-laki itu. Dalam keadaan tidak berdaya, iblis membawa Lala ke pelaminannya. Anak-anak muda yang berada di dalam ruangan tersebut membaca sebuah mantera sambil mengiringi perjalanan Lala.
Lala dibawa oleh laki-laki itu dan diposisikan di sebelah dia sambil dirangkulnya. Semua orang yang ada di depan Lala memakai baju hitam, dan mereka terlihat sedang memakan daging mentah. Darah segar muncrat dari mulut mereka – mengotori lantai ruangan. Mulut mereka berlumuran darah. Lalu setelah itu anak-anak muda yang berada di dalam ruangan saling berhubungan seks.
Laki-laki misterius yang membawa Lala mulai berusaha menjamah tubuh Lala. Kemudian Lala melihat wajahnya berubah menjadi panjang. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran Lala sebuah ajakan untuk menyebut nama Yesus. Lala pun berusaha berkata dalam hati, “Yesus tolong saya, walau saya lupa tentang Kau tapi saya tahu Kau mau menolong saya, Yesus tolong saya.”
Akhirnya ketika mata Lala berkedip, ia sudah berada di tempat lain lagi. Terlihat banyak angkot-angkot lewat. Lala sedang berada di pinggir jalan. Ia tidak tahu mau pulang ke mana. Walaupun dalam keadaan bingung, namun Lala bersukacita. Ia meneriakkan nama Yesus sehingga orang-orang memperhatikannya.
Lala masih tidak tahu harus pulang ke mana. Ia kembali berseru kepada Yesus. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Lala mendengar suara Tuhan yang lembut, “Anak-Ku, orang tuamu sekarang ada di Gereja Sidang Jemaat Allah, di Jalan Sudirman. Ketahuilah Aku senantiasa menyertai kamu.”
Tuhan Yesus Mendatangi Lala
Setibanya di gereja itu, Lala bertemu kembali dengan pamannya. Mereka naik ke atas gedung gereja dan melihat kedua orang tua Lala sedang berdoa. Ibu Annie Prasetyo, ibu Lala, segera memeluk Lala sambil mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus.
Lalu mereka semua turun ke bawah. Saat itu Lala merasa sudah sangat putus asa, dan berkata kepada ibunya bahwa ia mau mati saja. Ibu Annie mencoba menenangkan Lala. Dalam keadaan letih yang luar biasa tiba-tiba Lala melihat Yesus hadir di hadapannya. Mata Lala menatap lurus ke suatu titik. Orang-orang di sekeliling Lala mulai menengking-nengking, karena mereka berpikir Lala kembali didatangi oleh roh jahat. Namun Lala tetap tenang. Yesus mendekati Lala dan berkata, “Anak-Ku, Aku mengasihi engkau.” Dia lalu membuka tangan-Nya dan mengajak Lala untuk berdoa, “Bapa Kami yang di sorga…” Lala mengikutinya dan semua orang menangis.
Tak lama kemudian perut Lala dipelintir oleh iblis dan dipukul. Lala menjerit kesakitan. Tangan kiri Lala tetap dipegang oleh Tuhan. Suasana menjadi gaduh, namun Lala sempat mendengar suara Yesus, “Percayakah Kau kepadaku?” Lala menjawab, “Saya mau percaya asalkan saya sembuh dulu!” Hingga akhirnya Lala tidak sadarkan diri. Lau ia dibawa ke ruang doa. Peristiwa yang menggemparkan terjadi. Dalam keadaan tidak sadarkan diri, keluar suara lemah dari mulut Lala, “Ya Yesus, Engkau Anak Allah Yang Maha Tinggi. Engkau adalah Mesias yang sudah mengalahkan saya 2000 tahun yang lalu. Ampuni kami Tuhan.” Setelah terbatuk keras, Lala mulai sadar. Tuhan Yesus kembali bertanya kepada Lala pertanyaan yang sama, dan Lala segera menjawabnya, “Saya percaya Tuhan!” Tangan Tuhan menjamah wajah Lala dan seketika itu ingatan Lala mulai pulih. Ia dapat mengenali semua orang yang ada di ruangan tersebut. “Maukah Engkau memikul salib bersama-Ku?” tanya Yesus lagi. “Ya, saya mau!” jawab Lala dengan tegas. “Sampai maranatha,” ucap Yesus sebelum Ia pergi berlalu.
Kehidupan Lala dipulihkan dan diubah menjadi baru. Pak Bambang dan Ibu Annie kini mulai terlibat aktif dalam pelayanan. Mereka percaya, bahwa segala sesuatu terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Tuhan. (Kisah ini telah ditayangkan 23 Juli 2007 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian :
Melanie Prasetyo
Sumber Artikel :
Jawaban.com

Hasratku Menghancurkan Keluargaku


Dulu aku sangat sering main perempuan. Bahkan setelah menikahpun aku tetap sering pulang malam karena aku pergi ke diskotik dan tidur dengan wanita-wanita lain. Bahkan, parahnya, aku pernah berselingkuh dengan janda yang tinggal di dekat rumahku. Saat itu aku terlibat pertengkaran dengan istriku. Aku menganggap dia terlalu ikut campur dengan urusanku. Akhirnya aku pergi ke diskotik. Disanalah aku bertemu dengan janda itu. Kami saling jatuh cinta dan akhirnya kami menjalin hubungan. Aku juga baru tahu bahwa ternyata tempat tinggalnya dekat dari rumahku. Saat itu aku tidak takut ketahuan istriku. Aku berpikir,”Kalau memang ingin bercerai, ya sudah cerai saja…“
Pembentukan karakter buruk dari kecil
Sifat burukku ini sebenarnya adalah akibat dari masa laluku. Aku berasal dari keluarga broken home. Dari kecil aku kurang perhatian dan terbawa arus pergaulan yang buruk. Saat aku duduk di bangku SMP, aku sudah mengkonsumsi minuman keras dan menjadi berandalan. Ketika menginjak bangku SMA, aku sudah tidur dengan banyak perempuan. Tidak dapat kuhitung berapa banyak wanita yang sudah kutiduri.
Bahkan setelah menikahpun aku terlibat dalam pergaulan dengan bandar narkoba sehingga aku juga menjadi seorang pemakai.
Teguran dari Tuhan kuabaikan
Tahun 1998, karena penjarahan besar-besaran, perusahaan tempatku bekerja mengalami kerugian sehingga aku di-PHK dan menjadi pengangguran. Aku tetap cuek, bahkan temperamenku semakin tinggi. Emosiku sangat sulit dikontrol.
Tahun 1998 Tuhan menegurku lewat kematian anakku. Sejak lahir anakku itu sering sakit-sakitan sampai di usianya yang ke-3, anakku dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Tapi aku tetap tidak mengindahkan teguranNya itu. Aku hanya menyesal sebentar, lalu kembali ke duniaku yang gelap.
Pemulihan mulai terjadi
Akhirnya, di tengah kegelapan yang kujalani, aku menemukan sebuah titik terang. Ketika aku sedang menjadi pengangguran, aku pergi menjual kue keliling demi mendapatkan uang. Dari situlah aku mengenal seorang hamba Tuhan. Ia menjadi tempat untukku berbagi cerita. Setiap aku menjajakan kue daganganku ke rumah hamba Tuhan itu, aku selalu menceritakan isi hatiku padanya. Aku merasa sangat dihargai olehnya. Tidak lama kemudian aku diajak ikut SPK (Saya Pengikut Kristus). Sejak saat itu aku merasa hatiku mulai dijamah kuasa Tuhan. Aku mulai merasakan suatu jamahan yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Ketika aku mengikuti sebuah KKR di Kelapa Gading, tiba-tiba hatiku sedikit demi sedikit mulai tergerak untuk bertobat sepenuhnya. Sedikit demi sedikit hati kecilku berbicara untuk meninggalkan jalanku yang lama dan lahir baru dalam Kristus.
Akhirnya tahun 2006 ketika mengikuti Champion Gathering di daerah Sukabumi, aku mengalami pelepasan dari semua dosa-dosaku. Aku didoakan, ditumpangkan tangan oleh hamba Tuhan dan saat itu juga urapanNya yang luar biasa mengalir ke dalam hatiku dan menjamahku. Aku berteriak dan menangis menyesali perbuatanku pada keluargaku. Dan puncaknya saat ikut Camp Pria Sejati. Di sana aku mengalami hadirat Tuhan yang sangat luar biasa menjamah hatiku. Aku menangis sejadi-jadinya, menyadari betapa kejamnya aku selama ini dan aku menyesali semua dosa-dosaku dan menanggalkan hidupku yang lama. Segala sifat kerasku diubahkanNya menjadi baru dan penuh kasih dalam Kristus. Hatiku dibaharui oleh jamahan kuasaNya. Sejak saat itu aku memulihkan hubunganku dengan keluargaku. Aku berusaha menjadi sosok kepala keluarga yang baik dan pemulihan demi pemulihan terjadi dalam kehidupanku dan dalam keluargaku. Bahkan, anak perempuanku mengatakan bahwa kini ia sangat bangga mempunyai ayah sepertiku. Terima kasih Tuhan untuk pemulihan dan kesempatan yang Engkau berikan untukku. (Kisah ini telah ditayangkan 18 Juni 2007 dalam acara Solusi di SCTV).

Sumber Kesaksian :
Ahin

Sumber Artikel :
Jawaban.com

Preman yang Menjadi Pria Sejati

Aku berasal dari sebuah keluarga yang sama sekali tidak mengenal Kristus. Karena berasal dari keluarga yang berada, aku tidak pernah ambil pusing dengan masalah keuangan sehingga aku menjalankan gaya hidup yang suka bersenang-senang dan berfoya-foya. Semua orang takut padaku karena aku tidak segan-segan menghajar bahkan membunuh mereka yang mencari masalah denganku.
Rumah Tangga Yang Hancur
November 1988 aku menikah dengan Cucu Ratnasari. Pada awal pernikahan kami, tepatnya 1 minggu setelah menikah, masalah demi masalah mulai muncul namun rumah tangga kami masih terus berjalan bahkan sampai kami dikaruniai anak-anak. Gaya hidupku yang suka bersenang-senang dan penuh tantangan menjadi masalah paling utama dalam kehidupan rumah tanggaku. Bahkan, aku sering membawa perempuan-perempuan lain ke dalam kamar tidurku, dan hal itu terjadi tepat di depan mata istriku. Hal yang sangat menyakitkan bagi seorang istri sebaliknya menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagiku. Aku merasa menjadi lelaki yang paling hebat. Tidak jarang istriku tersiksa secara batin dan jasmani karena diperlakukan seenaknya. Hubungan seksual kami menjadi tidak wajar lagi. Aku benar-benar menjadi lelaki yang haus seks tanpa mempedulikan keadaan istri sendiri. Jika aku tidak mendapatkan wanita di luar sana, maka saat itu juga aku memaksa istri untuk melakukannya. Tidak ada rasa cinta di dalamnya melainkan hawa nafsu belaka. Istriku menjadi wanita malang saat ia memutuskan menikah denganku. Bukannya kasih sayang, perlindungan dan perhatian yang ia terima tetapi siksaan dan diperlakukan semena-mena. Aku adalah binatang dalam rupa manusia saat itu.
Istriku Melakukan Aborsi
Karena tertekan dengan perlakuanku dan melihat penderitaan anak pertama kami, pada kehamilannya yang kedua,  ia pergi untuk menggugurkan kandungannya. Tindakan itu membuatnya merasa sangat tertekan dan selalu dihantui rasa bersalah. Setiap malam ia tidak dapat tidur dengan tenang karena selalu terbayang janin yang digugurkannya tersebut. Ketika hal itu diceritakannya kepadaku, aku marah besar dan menghajarnya habis-habisan.
Disaat-saat ia menahan rasa sakit luka-luka memar akibat pukulan-pukulanku dan juga luka bekas aborsi beberapa waktu lalu, ia dikagetkan karena ternyata janin itu masih ada dalam kandungannya. Namun karena keadaan terus menekannya, sekali lagi ia berusaha menggugurkan kandungannya dengan meminum jamu-jamu dan obat-obat tertentu. Namun keputusannya ini harus disesali kami berdua sampai sekarang ini. Karena tindakannya tersebut telah menyebabkan lahirnya seorang anak yang cacat tubuh dan mental. Kami memutuskan untuk membuangnya ke sebuah panti rehabilitasi khusus yang menangani anak-anak cacat mental.
Kesempatan Untuk Bertobat
Ada seorang ibu, tetangga depan rumah kami, ternyata selama ini telah memperhatikan keadaan rumah tanggaku ini. Ia adalah seorang Kristen. Pada saat aku diluar rumah, ia mengambil waktu untuk menemui istriku dan menawarkan ibadah kecil dirumahku. Seperti yang telah mereka rencanakan, suatu hari ibadah itu sedang berlangsung dan pada saat yang bersamaan aku pun pulang. Aku pun tidak mengetahui alasan kenapa aku pulang lebih awal dimana tidak biasanya seperti itu. Karena orang-orang sudah berkumpul, secara terpaksa aku bergabung dengan komunitas itu. Walaupun hatiku sedang kacau balau, tetapi aku mengikuti penyampaian renungan firman Tuhan saat itu. Aku terkejut karena renungan tersebut seperti berbicara kepadaku. Tidak tahu kenapa hatiku luluh dan merasa Tuhan mulai menegurku. Setelah ibadah selesai dan orang-orang pulang. Malam itu aku merenung sendirian di ruang tamu. Aku kembali teringat akan kehidupan-kehidupan yang telah kujalani selama ini. Terlintas dalam benakku, “Betapa jahat dan berdosanya aku selama ini…” Sekali lagi, aku tidak tahu kenapa tiba-tiba aku tergerak berdoa, sesuatu yang belum pernah kulakukan sebelumnya :
“Tuhan Yesus, aku sadar kini betapa hancur dan berdosanya kehidupanku …Saat kubuka  hati, biarlah kiranya Engkau masuk ke dalam hatiku dan menjamah serta memulihkanku… Aku berjanji mulai saat ini aku akan berbalik dari jalanku yang jahat kepada kehidupan yang Kau ingini untuk aku jalani bersama Engkau dalam tiap langkah kehidupanku…”
Dan saat itu aku tiba-tiba menangis, sesuatu yang tidak pernah dialami oleh seorang preman sepertiku, karena menyadari betapa berdosanya hidupku ini. Yang aku tahu saat itu bahwa aku begitu dekat dengan telinga Tuhan dan Ia telah mendengar dengan jelas seruan pertobatanku saat itu.
Rumah Tanggaku Dipulihkan
Setelah kejadian malam itu, timbul keberanianku untuk memutuskan sesuatu yang dulu sangat bertentangan dengan prinsip hidupku. Aku memutuskan untuk beribadah ke gereja setiap minggunya. Pertama kali aku menginjakkan kakiku dalam gedung gereja, semua orang sangat terkejut karena mereka mengetahui latar belakang hidupku sebagai seorang preman. Situasi itu seolah-olah menunjukkan kepadaku bahwa ternyata selama ini reputasiku sangat buruk di mata masyarakat lingkunganku.
Januari 2005, seseorang yang mengenalku mengajak untuk mengikuti sebuah seminar bernama “Pria Sejati” dalam bentuk camp. Seminar yang berlangung selama 3 hari 2 malam itu membuat mataku rohaniku dibukakan dengan kebenaran-kebenaran Kristus. Orang-orang dalam acara tersebut terus berdoa dan menumpangkan tangannya untukku supaya dilepaskan dari jerat dosa. Disini aku mengakui ke banyak orang tentang semua kebejatan hidupku. Dan setelah itu aku merasa kutuk kegelapan itu telah dihancurkan dan aku mengalami perjumpaan dengan Kristus yang membimbingku mengetahui bahwa Ia telah mengasihiku begitu besarnya dan aku pun harus mengasihi sesamaku. Tidak berhenti dalam komunitas itu saja, aku pun beranikan diri untuk meminta maaf sebesar-besarnya kepada istri dan anak-anak atas semua kejahatanku selama ini. Aku berjanji menjadi pria sejati bagi keluarga ini.
Sejak pemulihan itu, aku terus berusaha untuk menjadi figur kepala keluarga yang baik, bahkan setiap hari selalu ada mezbah doa di dalam keluargaku. Aku juga setiap hari selalu berdoa dan menumpangkan tangan atas istri dan anak-anakku. Sepertinya hidupku penuh dengan rasa cinta kepada keluarga dan semua orang. Inilah yang telah lama hilang dari hidupku.
Anakku yang berada di panti rehabilitasi adalah buah hatiku. Kasih Tuhan menggerakkan dan memampukanku untuk mencintai anak tersebut. Kami pun memutuskan untuk mengunjunginya supaya terjadi rekonsiliasi antara orang tua dan anaknya. Sejak saat itu kami sering mengunjunginya, memberikan kasih saying padanya, dan puji Tuhan, semakin hari keadaannnya semakin membaik. Aku yakin ini semua tak terlepas dari kuasaNya yang luar biasa dalam hidupku. (Kisah ini telah ditayangkan 26 Oktober 2006 dalam acara Solusi di SCTV).
Sumber Kesaksian :
Bpk. Ali Sadikin
Sumber Artikel :
Jawaban.com

Pertobatan Istri Simpanan

Sumber Kesaksian: Hernina
Hernina lahir dari keluarga muslim, anak ke-3 dari 5 bersaudara. Umur 5 tahun mamanya meninggal, dan dia langsung dititipkan ke neneknya, yaitu orang tua dari papanya. Papanya sendiri merantau ke Surabaya. Hernina tinggal di Kalimantan Timur dengan neneknya.
Kelas 1 SD Hernina ikut anak dari neneknya. Kelas 2 SMEA, Hernina kembali ke Balikpapan. Kakaknya membiayai sekolahnya sampai kelas 3 SMEA. Waktu itu ia mengambil jurusan Tata Buku. Begitu tamat Hernina bekerja di suatu perusahaan sebagai accounting.
Awal Perjumpaan
Tahun 1982 Hernina pindah bekerja di sebuah perusaan kontraktor yang terkenal. Posisinya sebagai sekretaris. Disinilah awal pertemuannya dengan ‘Bapak’.
“Dia sebagai kepala cabang dari Jakarta. Saya ada di perusahaan itu sebagai sekretaris. Saya tahu dia sudah punya istri tapi bagi saya tidak menjadi halangan untuk meneruskan hubungan saya dengan dia. Satu saat saya diajak ke tempat tinggalnya, dia mulai nyetel film porno. Mula-mula saya malu ngeliatnya, tapi akhirnya saya melihat juga. Kami sama-sama melihat, kami menikmati, tidak ada rasa takut atau apapun juga.”
Alasan Hernina Menjalin Hubungan Dengan ‘Bapak’
“Diperusahaan itu memang saya satu-satunya perempuan yang bekerja di sana. Mulanya saya biasa saja, tapi entah mengapa saya mulai mendapat perhatiannya, dan saya jadi senang karena saya melihat figure bapak dalam dirinya, mungkin selama ini karena saya tidak mendapatkan figure bapak. Waktu itu umur kita beda jauh, dia umur 42 sedangkan saya umur 19 tahun. Saat dia mengajak saya makan dan kalau janjian bertemu dengan saya selalu tepat waktu dan selalu ditepati, mungkin karena dulu saya biasa berjanji dengan teman pria yang lebih muda selalu saja mereka ingkar janji, disitulah mungkin kelebihan figure ‘bapak’ di mata saya, jadi di samping sebagai teman dan kekasih, dia juga seperti orang tua yang ngemong.”
Tahun 1984 Hernina menikah dan sejak saat itu hidupnya dipenuhi dengan kemewahan. Namun masalah sudah menanti ketika Hernina pindah ke Jakarta. Awalnya istri pertama ‘bapak’ pasrah saja. Tapi dalam suatu kesempatan, istri pertama ‘bapak’ melabraknya. Sampai akhirnya dibuat kesepakatan antara ‘Bapak’, istri pertamanya dan Hernina. Tapi Hernina merasa dirinya selalu berada di pihak yang mendapat perlakuan tidak adil.
Kejadian itu cepat terlupakan oleh Hernina. Tahun berlalu, karena kesal dengan ‘Bapak’ kehidupan malam mulai meracuni Hernina. Pesta pora, narkoba dan perselingkuhan pun menjadi kebiasaan Hernina.
“Karena saya kesepian dan banyak waktu kosong, kesempatan itu ada, juga uang mendukung, ada kendaraan”.
Perselingkuhan Hernina diketahui suaminya. Pertengkaran pun terjadi.
“Yang tadinya saya menganggap dia seorang suami yang selama ini saya idam-idamkan, tapi pada saat itu semuanya hilang. Berganti dengan kebencian, kemarahan dan kesakitan. Karena pada waktu itu paha saya sampai biru-biru.”
Hernina memutuskan untuk melupakan kejadian itu dengan bersenang-senang memakai narkoba. Kehidupan malam meracuninya selama bertahun-tahun. Suatu malam saat Hernina menikmati narkoba bersama teman-temannya, sesuatu yang ia takuti terjadi. Tempatnya berpesta narkoba digerebek polisi.
“Saya dalam hati begini, ‘Waduh, bagaimana saya kalau di penjara?‘ Saya tidak ada barang bukti sehingga saya dilepas. Saya merenung, saya ingat sekali Tuhan berkata pada saya, ‘Stop! Stop!‘. Itulah terakhir saya memakai shabu-shabu, juga narkoba dan yang lainnya.”
Hari itu Hernina mengambil keputusan untuk meninggalkan hidupnya yang lama. Iapun menemui seorang hamba Tuhan. Saat hamba Tuhan itu berdoa, ia teringat dengan sebuah Firman yang pernah ia dengar di sebuah pertemuan ibadah.
“Di situ dikatakan Tuhan Yesus itu adalah Allah yang penuh kasih. Dia datang ke dunia ini mencari orang yang berdosa. Saya merasa saya melakukan perzinahan. Akhirnya saya menerima Tuhan Yesus dan saya juga harus mengambil keputusan walaupun berat. Saya bilang, ‘Pa, mulai sekarang kita tidak boleh lagi melakukan hubungan suami istri‘.”
Tekad Hernina sudah bulat. Iapun meninggalkan semua kekayaannya. Namun tuntutan ekonomi menekannya. Dalam kebingungannya membayar biaya sekolah anaknya, Hernina meminta pertolongan pada ‘bapak’. Tapi permintaan itu hanya akan dipenuhi jika ia mau melayani ‘bapak’. Ternyata itu hanya janji belaka.
“Saya menangis. Saya malu sekali sama Tuhan. Saya anggap itu perzinahan saya yang terakhir.”
Hernina tidak mau berlama-lama jatuh dalam dosa. Dengan dukungan seorang hamba Tuhan, Hernina kembali bangkit.
“Saya akui semuanya. Terus saya minta ampun sama Tuhan. Kehidupan yang pernah saya alami, baik sebagai istri muda, baik sebagai pemakai narkoba, semua itu sia-sia.”
Kini Hernina dan kedua anaknya hidup dalam iman dan pengharapan kepada Yesus Kristus.
“Saya bersyukur, setiap bulan saya bisa bayar kontrakan rumah. Setiap bulan saya bisa bayar uang sekolah anak saya. Setiap hari saya bisa kasih makan anak-anak. S’bab Tuhan tidak pernah membiarkan kita. Bandingkan dengan kehidupan saya yang lama. Saya sangat-sangat bahagia hidup bersama Tuhan. Yesus cukup. Itu yang membuat saya bersyukur.”
Jika kita mau mengalami perubahan, maka harus dimulai dari hati. Dosa selalu mengakibatkan masalah yang lebih besar. Bisa saja dengan alasan kesepian, dan yang lain, tapi bila kita melakukan dosa, akibatnya itu makin parah. Kalau kita ingin mengalami perubahan, maka tidak ada cara lain, kita harus berubah dan dimulai dari hati kita. Bertobat, meninggalkan yang salah, dan mulai melakukan yang benar.
Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Matius 9:12-13)

Kisah Nyata Pertobatan Mantan Pelacur & Bintang Film Porno


film porno
shelley lubben
Saya lahir tahun 1968, dan tumbuh di California selatan. Saya adalah yang tertua daritiga bersaudara, seorang anak berkemauan keras dengan kepribadian yang “bersemangat”. 8 tahun pertama dalam hidup saya, keluarga saya menghadiri gereja yang baik di mana saya belajar tentang Tuhan dan Yesus.
Sebagai seorang gadis kecil, saya mengenal dan sangat mengasihi Yesus. Ketika saya berumur 9 tahun, banyak hal berubah di dalam keluarga kami. Kami pindah ke Glendora, meninggalkan gereja dan sahabat-sahabat yang kami kenal dan cintai. Kedua orang tua saya berhenti menghadiri gereja, dan perlahan-lahan keluarga kami terseret menjauh dari Tuhan dan dari satu sama lain.
Saya tumbuh tanpa hubungan yang berarti dan intim dengan kedua orang tua saya, meskipun mereka bukan orang tua yang jahat. Banyak dari waktu dalam keluarga kami, kami habiskan duduk di depan televisi. Keluarga kami SANGAT SUKA menonton televisi. Saya masih ingat kebanyakan episode dari televisi tahun 70 dan 80an. The Love Boat, Three’s Company, Star Trek,Twilight Zone, Chips, I love Lucy (favorit kami), The Munsters, Carol Burnett show,Gilligan’s Island, Bewitched, Bonanza, dan Happy Days. Singkatnya, saya dibesarkan oleh televisi dan mulai mengembangkan cara berpikir yang salah dan berbahaya.
Ibu saya sering berkata bahwa, televisi adalah sebuah pengasuh bayi yang hebat. Saat bertumbuh, saya berbeda dari anak-anak lain. Saya benar-benar kreatif, dan pada usia yang sangat muda saya sudah mulai menulis puisi dan cerita pendek. Waktu itu saya sangat frustrasi karena saya tidak memiliki tempat untuk mengarahkan energi kreatif saya. Orang tua saya tidak mendaftarkan saya ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, dan dalam kebanyakan waktu saya, saya merasa sangat bosan. Pada umur 6 tahun, saya menulis, menyutradarai, dan “membintangi” drama sekolah saya.
Guru kelas satu saya melihat kreativitas dalam diri saya. Dia memberitahu ibu saya bahwa dia terkagum-kagum dengan bakat saya, dan dia tidak sabar melihat saya di usia saya yang ke-30. Diapercaya saya bisa menjadi artis Hollywood atau produser film. Saya ingat juga waktu itu saya seorang yang aneh, karena saya mulai masturbasi dan memiliki tendensi seksual pada usia yang sangat muda. Mata saya dibukakan terhadap seksualitas oleh seorang gadis remaja dan saudara laki-lakinya ketika umur saya 9 tahun, dan mulai saat itu mengalami perlakuan seksual dengan perempuan dan laki-laki sebelum saya berumur 18 tahun.
Seks menjadi sesuatu yang membingungkan untuk saya. Seks berarti “cinta” untuk saya karena enak rasanya, merasa dibutuhkan dan diingini oleh orang lain dan menerima perhatian, tapi pada saat yang sama saya merasa kotor. Saya tidak sadar pada saat itu, sebagai seorang anak kecil, saya sedang diperkosa secara seksual. Sebagai seorang remaja, saya mencari cinta dari laki-laki dan alkohol, dan mulai berhubungan seks di usia 16 tahun.
Usia remaja saya dipenuhi dengan teriakan-teriakan dan pertengkaran yang konstan dengan kedua orang tua saya. Saya punya seorang ibu yang marah pada saya sepanjang waktu, dan seorang ayah yang terlihat terlalu sibuk berteriak menegur saya karena sikap saya yang tidak sopan terhadap ibu saya, dibanding membangun hubungan ayah-anak yang berkualitas dengan saya.
Aku tidak ingat seorangpun mengatakan “aku mengasihimu” dalam tahun-tahun itu. Kedua orang tuaku tidaklah jahat, tapi aku merasa mereka tidak tertarik denganku, dan aku menjadi seorang remaja pemberontak yang bertingkah aneh untuk mendapat perhatian. Tapi bukannya mendapat perhatian mereka, orang tuaku malah memilih tinggal diam di rumah.
Begitu apatisnya mereka, saya diperbolehkan melakukan hal-hal seperti berpakaian kostum kelinci playboy pada usia 15 tahun. Saya diperbolehkan mengencani pria-pria yang mereka tidak kenali. Pada usia 15 tahun saya diperbolehkan pergi ke sebuah malam prom dengan seorang laki-laki berumur 18 tahun, yang akhirnya membuat saya mabuk untuk pertama kalinya.
Kejadian ini memulai gaya hidup berpesta untuk saya, dan saya memulai nongkrong di klub malam, menggunakan narkotika, di usia 16 tahun. Orangtua saya tahu saya punya masalah alkohol, tapi mereka tidak tahu apa yang harusmereka perbuat. Mereka mencoba konseling keluarga, tapi ayah terlalu “sibuk” bekerja dan hanya berhasil datang satu kali. Jadi saya pergi mencari keluarga baru dan menemukan “cinta” di kerumunan yang salah, minum alkohol dengan dosis yangteratur, dan mulai merokok ganja. Orang tuaku melalui kesedihan yang dalam karena tindakan-tindakanku, dan akhirnya – di batas kesabaran mereka – mengusir saya darirumah di usia saya yang ke-18.
Saya berakhir di San Fernando Valley tanpa uang dan makanan. Seorang pria “baik”melihat saya kesulitan dan mengatakan betapa dia mengasihani saya. Dia melingkarkan lengannya di sekeliling saya dan menawarkan bantuan. Tapi kemudian dia mengatakan pada saya dia mengenal seorang pria yang ingin berhubungan seks dengan saya danakan memberi saya uang. Saya masih sangat terkejut dan penuh kemarahan karena orang tua saya mengusir dari rumah, sehingga saya tidak peduli lagi dan menerima tawarannya. Saya menjual diri seharga 35 dollar dan hidup saya sebagai pelacur dimulai dari situ.
Tidak lama aku bertemu seorang ibu yang memperkenalkanku pada sisi “glamour” dari pelacuran. Dia mengajariku setiap trik pelacuran dan cara memanipulasi pria. Awalnya terlihat menarik dengan pria-pria memberiku uang, perhiasan, dan hadiah-hadiah, tapi tidak lama hidup saya terasa seperti perbudakan. Saya menemukan diri saya melakukan seks yang aneh dengan orang asing dan mulai membencinya. Pelanggan mulai melakukan hal-hal menyeramkan seperti menyobek kondom dengan sengaja atau mengikuti saya kemana-mana. Lainnya mencoba membunuh saya dan menabrak saya dengan truknya. Pria lain membawa pistol kapanpun ia bersama saya dan mengancamakan membunuh saya kalau saya tidak melayaninya dalam posisi-posisi seks tertentu.
Pria-pria menuntut dan terus meminta dari saya dan saya terus menerus mesti berbohong untuk keluar dari situasi-situasi yang menakutkan. Saya menjadi seorang pembohong professional dan dapat benar-benar berbohong untuk melicinkan jalan saya. Saya bahkan bisa berbohong pada polisi untuk keluar dari tuntutan mengemudi mabuk, dan beberapa pengalaman mengerikan lainnya. Ini adalah standar untuk industri seks dan alat meloloskan diri paling utama untuk setiap penari telanjang, pelacur, atau artisporno.
Gaya hidup dalam industri seks menjadi semakin buruk bagi saya dan saya merasa tidak ada jalan kemanapun untuk lari. Yesus terus mengetuk pintu hati saya tapi saya tidak menghiraukan-Nya. Saya berpikir, Tuhan tidak memelihara saya, jadi saya harus melakukan apa saja yang bisa saya lakukan untuk bertahan hidup sendiri. Siklus ganas sebagai seorang pelacur dan penari eksotik di California selatan bertahan selama delapan tahun. Selama bekerja sebagai pelacur, saya hamil tiga kali dari pelanggan dan hal itu menghancurkan saya. Jutaan pertanyaan muncul dalam pikiran saya setiap kali. Bagaimana saya membiarkan hal ini terjadi? Bagaimana saya akan merawat bayi ini? Haruskah saya aborsi? Kemana saya harus mencari bantuan? Saya bahkan tidak tahu siapa ayah-ayah dari dua kehamilan. Kemudian saya mengingat Yesus dan saya meminta-Nya, “Tolong saya”. Tuhan menghibur saya dan saya tahu saya tidak bisa membunuh dan akhirnya saya menjaga bayi saya. Dua dari kehamilan itu gugur karena tidak terawat, tapi salah satunya berhasil dan saya punya putri pertama saya, Tiffany, di usia saya yang ke-20. Tiffany memiliki darah Asia dan sangatlah cantik. Saya mencoba kembali untuk hanya melakukan tari eksotik, tapi pelacuran terus menghantui saya dan godaannya sulit untuk ditolak, apalagi untuk seorang orang tua tunggal.
Setelah beberapa tahun membesarkan anak seorang diri dan bekerja sebagai seorang pelacur dan penari, saya mulai minum alkohol secara berlebihan dan mulai bergantung pada alkohol dan narkotika. Tiffany tumbuh sebagai seorang gadis kecil yang sedih, dan kepolosannya terkadang dinodai. Ketika dia tumbuh semakin besar, dia sadar akan keberadaan pria-pria aneh yang “mengunjungi” saya dan memarahi saya. Saya memaksanya bersembunyi di kamarnya sementara saya “menghibur” pelanggan. Dia juga melihat saya dengan hubungan yang “aneh” dengan wanita-wanita. Dia tidak benar-benar mengerti semua itu, tapi jelas dia tahu bahwa dia hidup dengan seorang perempuan liar yang cabul. Ketika itu saya merupakan seorang ibu yang buruk, saya biasa memberinya pager dan menyuruhnya pergi ke taman sementara saya melacur. Umurnya baru empat tahun.
Saya mulai melihat diri saya sendiri sebagai sebuah kegagalan total. Saya kehilangan semua harga diri dan membenci diri saya sendiri sebagai seorang ibu yang buruk. Saya sangat lelah selalu mencoba untuk bertahan hidup. Tidak pernah ada istirahat dari gaya hidup itu. Pria-pria mengikuti saya pulang, menyayat ban mobil saya, menelepon saya setiap saat, datang mabuk di tengah malam, dan bahkan mencoba membunuh saya. Untuk bisa berfungsi, saya selalu bergantung pada sebotol besar Jack Daniels di tangan. Kadang saya akan duduk di sudut dengan botol saya dan dalam keadaan mabuk total menangis pada Yesus, “Saya mohon, tolong saya!”, tapi sepertinya Dia tidak ada disana. Entah mengapa saya selalu merasa ada “perlindungan” aneh di sekeliling saya. Seiring dengan perjalanan menyakitkan saya berlanjut, saya mulai terlibat dalam industri film porno. Saya pikir saya bisa mendapat uang yang mudah dan cepat, juga film porno terlihat lebih aman dan legal dibanding pelacuran. Banyak pelacur yang saya kenal diperkosa dan dikirim ke penjara, dan saya tidak mau hal itu terjadi pada saya. Juga dalam waktu itu, saya benar-benar seorang pecandu berat alkohol dan narkotika dan tidak mampu mengambil keputusan yang rasional.
Ketika saya membuat film porno saya yang pertama, sesuatu yang sangat “gelap”datang pada saya. Saya hampir bisa mendengar iblis berkata, “Lihat Shelley, aku akan membuat kamu terkenal dan KEMUDIAN semua orang akan mencintai kamu.” Sebuah kekuatan aneh yang sangat besar membuat saya mampu berhubungan seks dengan penuh semangat, hanya untuk kemudian ‘jatuh dari ketinggian’ dan hancur, merasa dipermalukan dan dilecehkan. Saya menyukai perhatiannya, tapi membenci diri sayasendiri dalam saat yang sama. Saya suka mendengar betapa hebatnya saya ‘tampil’, tapi saya juga benci seks yang begitu brutal. Saya mulai membintangi film-film seks yang lebih brutal, dan hanya dengan menggunakan lebih banyak alkohol dan narkotika sayaberhasil melakukannya. Saya merasa seperti saya harus membuktikan sesuatu pada dunia dan semua orang yang pernah menyakiti saya. Dan ketika industri pornografi membuka lengan besar mereka dan mengundang saya ke dalam sebuah “keluarga”, akhirnya saya merasa diterima. Tapi harga yang saya bayar untuk “keanggotaan”keluarga itu adalah hidup saya sendiri. Saya menjual apa yang tersisa dari hati, pikiran,dan femininitas saya pada industri pornografi, dan wanita dan sisi manusia dari saya mati sepenuhnya dalam studio pornografi.
Saya juga berisiko terinfeksi vĂ­rus AIDS seperti bintang porno lainnya. Saya bermain-main dan mempertaruhkan hidup saya dalam bahaya. Industri pornografi tidak danTIDAK AKAN PERNAH mendukung penggunaan kontrasepsi dalam film-filmnya, jadi penyakit menular seksual dan HIV sejak dulu masih merupakan resiko antara artis dan aktor film porno. Bulan Mei 2004, Lembaga Medis Industri Pornografi (Adult IndustryMedical Foundation – AIM), yang menawarkan tes sukarela bulanan untuk bintangporno bagi HIV, mengumumkan bahwa lima “aktor” pornografi telah diperiksa positifatas virus AIDS. Saya lebih beruntung dari aktor-aktor itu. Tuhan tidak mengijinkan HIV menjamah saya. Bagaimanapun, saya terjangkit herpes, penyakit menular seksuallainnya yang tidak dapat disembuhkan. Saya ingin bunuh diri. Waktu saya mendapat herpes, tidak ada yang menolong saya. Tapi sejak AIM terjun ke lapangan, organisasi ini mengklaim telah menurunkan beberapa penyebaran HIV di industri pornografi dan meningkatkan kewaspadaan di antara para pelaku film. Tapi kebenaran itu tetap tinggal, aktor porno terus membahayakan hidup mereka dan menyebarkan penyakir. Dalam sebuah wawancara dari Court TV dengan penemu AIM, Sharon Mitchell, juga seorang mantan artis porno, mengakui bahwa di antara aktor porno dewasa ini terdapat “7%HIV, dan 12-28% penyakit menular seksual. Herpes selalu berada di sekitar 66%.
Mereka diobati dengan acyclovir untuk herpes, yang sangat efektif untuk mencegah penularan herpes. Chlamydia dan gonorrhea, akan tetapi, seperti hepatitis, sepertinya menempel pada segala sesuatu mulai dari dildo ke permukaan rata sampai tangan, jadi biasanya kami sudah habis akal menangani Chlamydia.” Itu merupakan kata-katanya sendiri dan wawancaranya dapat ditemukan di http://www.courttv.com/talk/chat_transcripts/2001/0723mitchell.html
Tidak ada yang lebih menghancurkan dari menerima hasil positif untuk sebuahpenyakit menular seksual yang tidak dapat disembuhkan. Waktu itu aku ingin mengakhiri hidupku. Saya menelan banyak pil-pil berharap saya overdosis, dan mengiris pergelangan tangan saya, tapi tampaknya apapun yang saya lakukan, saya tidak bisa mati. Rasa sakit itu benar-benar membanjiri, dan suasana hati saya benar-benar tidak stabil. Satu menit saya berjalan seperti mayat hidup dan menit berikutnya saya marah besar, berteriak dan memecahkan barang-barang. Saya marah terhadap Tuhan, membenci diri saya sendiri dan orang tua saya. Hanya alkohol dan narkotika dapat meringankan rasa sakit saya.
Saya memanggil Yesus untuk menolong saya dan mencoba meninggalkan pola hidup saya yang berantakan, tapi tidak sampai seminggu saya sudah kembali lagi. Saya kehilangan semua harapan dan membenci hidup saya. Saya benar-benar tanpa harapan, dan hidup benar-benar tanpa arti. Setelah terinfeksi dengan herpes, perlahan-lahan saya meninggalkan industri pornografi tapi kembali melacur untuk tetap hidup.Tahun 1994 saya bertemu seorang pria bernama Garrett. Seorang pria berusia 22 tahundan begitu polos dibandingkan dengan saya. Saya memberitahunya ia harus membayaruntuk mengencani saya. Ia berpura-pura membutuhkan “pelayanan” saya untuk sebuah pesta bujangan jadi saya memberinya kartu nama. Ia sering menelpon saya tapi saya terus berkata tidak. Saya tidak mampu memulai hubungan normal karena hati saya benar-benar hitam dan dingin terhadap semua laki-laki.
Namun kemudian, karena alasan-alasan Tuhan, saya mengubah pikiranku dan pergi bersamanya. Dengan cepat kami menjadi sahabat. Ketika saya menghabiskan waktu bersama-sama, hati saya yang hitam dan terluka mulai bisa merasakan lagi. Saya ingat benar-benar merasakan rasa sakit secara fisik di hati saya ketika Garrett mencoba mendekati saya. (Lihat akhir film kartun Grinch ketika hatinya mulai tumbuh, dan seperti itulah saya.)
Saya mencoba menjaga hubungan kami tetap jauh, tapi sulit karena Garrett membuat saya merasa seperti gadis kecil lagi. Dia akan datang ke rumah dan kami akan merokok ganja bersama dan bermain catur dan kartu selama berjam-jam. Waktu itu kami seperti dua anak kecil sedang bersenang-senang. Saya tidak pernah merasa “senang” sejak masa kecil saya.
Garrett dan saya bisa membicarakan apa saja, dan satu hari kami membicarakan Yesus. Kami berdua tumbuh sebagai anak-anak yang mengasihi dan mengenal Yesus Kristus. Saya belajar bahwa Garrett tumbuh di sebuah keluarga Kristen dan dibesarkan dididik di sekolah Kristen. Untuk dua orang yang bertemu di bar, ini adalah sebuah “kebetulan” yang luar biasa. Saya membuka hati tentang trauma yang saya alami, dan ia mendengarkan dan ada bagi saya. Ia tahu saya pernah terlibat dalam industri pornografi dan pelacuran, tapi dia benar-benar bersedih bagi saya. Ia berkata ia mau menyelamatkan saya. Saya tidak pernah bertemu pria seperti Garrett. Ia melihat sesuatu dalam diri saya yang tidak dilihat orang lain. Ia seorang sahabat bagi pelacur, seperti Yesus. Kami tahu Tuhan sedang bekerja dalam hidup kami, jadi kami kembali kepada Yesus dan menikah tanggal 14 Februari 1995.
Hidup baru kami dimulai sebagai kekacauan besar. Garrett kehilangan pekerjaannya setelah kami menikah karena ia tertangkap basah menggunakan narkotika di tempat kerja. Kami harus pergi ke departemen sosial dan menerima bantuan finansial. Semua menjadi semakin buruk dan godaan untuk saya kembali ke gaya hidup yang lama benar-benar menggoyahkan. Tapi Tuhan punya ide yang lebih baik. Garrett bergabung dengan angkatan bersenjata.
Setelah pelatihan dasar, Garrett kembali sebagai pria yang baru, bebas dari ketergantungan narkotika dan akan dipromosikan ke basis militer Fort Lewis di Negara bagian Washington. Saya hamil dan melahirkan Teresa di tahun 1997. Saya bisa lepas dari alkohol selama hamil tapi segera kembali setelahnya.
Setiap kali saya menggendong bayi baru saya, saya teringat kembali betapa tertolaknyasaya oleh orang tua saya dan semua pria dan wanita yang telah melecehkan saya. Tuhan membangkitkan memori itu agar Ia dapat menyembuhkan saya, tapi bagi saya rasa sakit itu tidak tertahankan. Akhirnya saya lari kembali ke alkohol. Tapi rasa sakit itu menjadi semakin buruk sehingga saya pergi mencari pertolongan ke klinik kesehatan mental militer dan di-diagnosis mengidap bipolar disorder, kesalahan pada pengaturan detak jantung, ketergantungan alkohol, depresi, dan stress pos-traumatik. Saya diberikan zoloft, pil tidur, lithium dan waktu konseling. Saya diberikan video untuk melatih saya mengontrol kemarahan saya, yang malah membuat saya semakin marah ketika menontonnya! Saya sudah melalui program-program inti dari angkatan bersenjata tapi tetap ketergantungan saya tidak hilang. Saya juga didiagnosis mengidap kanker tengkukyang harus segera dioperasi. Konsekuensi masa lalu saya mengejar-ngejar saya. Saya ingin menyerah saja. Tidak ada yang berhasil!! Tapi Tuhan punya rencana yang lebih baik.
Tuhan memimpin Garrett dan saya menghadiri sebuah gereja luar biasa bernama Champions Centre di Tacoma, Washington di mana kami diajar menjalani hidup seperti seorang pemenang. Gereja ini dikenal karena membangun hidup berkemenangan melalui kebijaksanaan Firman Allah. Saya diajar untuk hidup dengan percaya, bahwa saya dapat melalui APA SAJA karena dengan Tuhan TIADA YANG MUSTAHIL. Bersama Tuhan, saya sudah diampuni total dari segala dosa saya dan diberi kesempatan untuk bertumbuh menjadi seseorang yang baru tanpa harus menjadi sempurna dulu. Benar-benar melegakan! Saya belajar bahwa Tuhan mengasihi saya tanpa syarat, tidak peduli masa lalu saya, dan bahkan Ia punya rencana untuk masa depan saya. Tuhan punya rencana untuk hidup saya? Saat itu saya merasa seolah-olah seseorang telah menyalakan lampu di hidup saya yang selama ini gelap.
Di bulan November, 1999, saya melahirkan Abigail, dan meskipun saya minum alkohol selama kehamilan saya, Tuhan membiarkannya hidup. Setelah ia lahir, Tuhan AKHIRNYA menjawab doa-doaku dan mengangkat ketergantunganku terhadap alkohol. Saya bersih tanggal 9 April 2000, dan itu adalah waktu yang sangat spesial bagihidup saya. Saya mulai lapar untuk mengenal Tuhan lebih lagi, dan giat belajar bagaimana menjadi wanita yang “normal”. Saya mulai membaca buku tentang bagaimana menjadi ibu dan istri yang baik, dan bagaimana memasak dan mengurus rumah saya. Saya memperhatikan wanita-wanita lain bagaimana mereka mencuci pakaian, bagaimana mereka berpakaian, dan bagaimana mereka berbicara terhadap suami dan anak-anak mereka. Bertahun-tahun saya memasang telinga KEMANA SAJA.
Saya bisa berdiri di bagian penjualan daging di sebuah super market dan mendengarkan ibu di dekat saya menjelaskan bagaimana membuat daging panggang, dan langsung pulang ke rumah dan mencobanya! Sering saya berlama-lama di super market hanya untuk belajar!! Harfiahnya, saya mungkin punya lebih dari 100 mentor yang saya sendiri bahkan tidak tahu betapa mereka telah membantu saya. Saya harus mengulang SEMUANYA dari nol dan belajar bagaimana menjadi seorang normal yang hidup di lingkungan normal, jadi saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang unggul untuk belajar dari mereka.
Saya juga mempraktekkan prinsip-prinsip Allah dalam segala sesuatu yang saya lakukan dan saya mulai merasakan sukacita sejati untuk pertama kali dalam 13 tahun terakhir!! Tuhan juga membantu saya belajar mendesain web, membuat saya merasa berhasil dan dapat menggunakan kreativitas saya. Saya sudah memiliki dan mengoperasikan bisnis desain web saya selama 4 tahun. Saya juga mulai menghadiri universitas, dan sekarang saya hampir menjadi seorang sarjana muda Teologia.
Karena saya memilih mengikuti Dia segenap hati, Dia memberkati segala sesuatu yang saya sentuh tepat seperti yang dijanjikan-Nya dalam firman Yohanes 13:17, “Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.”
Setelah hari pertama saya melangkahkan kaki saya ke Champion center dengan hati yang luka dan hidup yang berantakan, delapan tahun kemudian saya berjalan keluar sebagai seorang wanita pemenang (champion) yang disembuhkan dan bersemangat akan hidup saya! Tuhan secara total melepaskan saya dari narkotika, alkohol, memori yang sakit, penyakit mental, kecanduan seks, trauma seksual, dan rasa bersalah dan rasa malu dari masa lalu saya. Tuhan mengambil saya keluar dari hidup saya yang lama, menawarkan sebuah hidup baru, dan meskipun pada awalnya saya tidak bisa melihatnya, saya menyerahkan hidup saya dan mempercayai-Nya. Itu adalah keputusan terbaik yang pernah saya ambil!
Tuhan juga memulihkan kewanitaan saya dan menyembuhkan seksualitas saya, yang merupakan suatu mukjizat besar bagi saya. Setelah melacur dan terjun ke dalam dunia pornografi, saya kehilangan fungsi saya secara seksual. Fakta bahwa saya dapat menikmati hubungan intim yang sehat sekarang ini, nyata merupakan sebuah mukjizat. Tuhan juga menyembuhkan saya dari penyakit herpes yang menurut manusia tidak dapat disembuhkan. Waktu saya menjadi objek pembelajaran angkatan bersenjata untuk wanita hamil yang menderita herpes pada tahun 1996, saya diperiksa dan mereka berkata saya tidak bisa ikut dalam program itu, karena tidak ada virus herpes dalam darah saya. Hasil tesnya negatif! Saya juga bebas dari kanker karena dokter-dokterberhasil membuang semua kanker tengkuk saya. Dialah Jehovah-Rapha, Allah yang menyembuhkan kita!
Tuhan juga menyembuhkan pernikahan kami dengan cara yang luar biasa. Garrett dan saya memiliki hubungan cinta yang indah dan penuh warna! Baca cerita kami yang LUAR BIASA di sini. Tuhan telah melakukan lebih banyak mukjizat lagi di dalam keluarga saya sendiri. Garrett memiliki pekerjaan yang hebat sehingga saya bisa tinggal di rumah, menjadi ibuyang baik, juga melakukan pelayanan. Tiga putri-putri pemenang kami dibesarkan dengan iman dan kasih terhadap Yesus Kristus, dan mereka menghadiri sekolah Kristen. Tiffany, putri saya yang paling tua, yang sekarang berumur 18 tahun, telah mengampuni saya dan memberi saya kesempatan menjadi ibu yang bijak baginya. Ia telah melewati banyak hal dalam hidupnya dan sekarang membagikan kesaksiannya dengan banyak orang untuk menginspirasi dan menguatkan mereka. Saya SANGAT bersyukur saya tidak melakukan aborsi, karena Tiffany adalah seorang wanita yang cantik dan brilian yang punya begitu banyak talenta dalam hidupnya. Ia sangat berbakat secara musikal dan dapat memainkan beberapa instrumen. Tiffany juga merasa Tuhan memanggilnya untuk menjangkau kaum muda yang terluka dan akan memimpin forum remaja di situ-sini. Kerinduannya adalah masuk universitas dan mengambil gelar dalam bidang konseling, jadi ia dapat menggunakan pengalaman masa lalu dan pendidikannya untuk menjangkau kaum muda di tengah kesulitan mereka.
Seperti Anda lihat, Bapa sudah bekerja begitu luar biasa dalam hidup saya dalam dua belas tahun terakhir. Saya memang harus melewati delapan tahun pemulihan. Saya harus membuat pilihan memulai kembali hidup saya dan percaya apa yang Tuhan katakan pada saya, bukan kebohongan-kebohongan dari iblis atau kebohongan tentang gambar diri saya yang sudah rusak. Tuhan menjadi Bapa sejati saya, dan Dia mengajar saya bagaimana mengasihi, mengampuni, dan memiliki gambar diri saya di dalam Dia, bukan masa lalu saya. Saya juga belajar bagaimana memiliki hidup yang sukses dengan mempraktekkan prinsip-prinsip Tuhan dalam segala sesuatu. Apapun yang Firman Tuhan katakan, itu pasti bagi saya. Saya menjadi ciptaan yang baru dan kuat melalui kuasa Yesus Kristus, Pemenang sejati yang sudah mengubah hidup saya!Tuhan sekarang mengirim saya dengan sebuah pesan pada dunia betapa riil-nya kasih-Nya yang luar biasa itu. Bagaimana Ia sudah menciptakan setiap kita serupa dengan gambarnya, dan betapa kita begitu dikasihi dan diterima.
Bagaimana Ia mengirim Anak-Nya Yesus Kristus untuk membebaskan kita dari narkotika, alkohol, keterikatan seksual, penolakan, dan semua kebohongan iblis. Saya bangga menunjukkan pada dunia, bahwa YA, Tuhan mengambil seorang bintang porno dan pelacur dan menjadikannya Pemenang. Tuhan adalah Bapa terbaik, dan Ia ingin semua anak-anak-Nya menemukan jalan pulang kepada-Nya supaya Ia dapat menyembuhkan mereka dan menjadikan mereka Pemenang-pemenang. Tapi pilihannya ada di tangan ANDA.
Saya juga ingin semua orang tahu bahwa apapun yang Tuhan lakukan bagi saya, Ia akan melakukannya bagi Anda. Dan Ia akan melakukan ini karena Ia MENGASIHI Anda dan mengirimkan anak-Nya Yesus Kristus untuk memberimu hidup yang baru. Yang perlu kita lakukan adalah datang pada Yesus dan belajar dari-Nya.
Matius 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Inginkah Anda memiliki ketenangan dalam jiwa Anda? Saya ingin. Dulu saya sakit dan lelah diombang-ambingkan hidup. Saya lelah harus bertarung untuk hidup setiap hari. Saya hanya ingin merasakan damai dan menemukan kasih sejati tapi dunia tidak bisa memberi itu bagi saya. Saya sudah mencari kasih dalam laki-laki, benda material, ketenaran dan kekayaan, dalam narkotika dan alkohol dan saya MASIH KOSONG. Yang saya inginkan dulu hanyalah kehidupan yang normal. Sampai saya menemukan kebenaran:
Yesus datang untuk memberimu hidup dalam segala kelimpahannya (Yohanes 10:10). Dan tentu saja, SAYA AKHIRNYA menemukan kehidupan yang selalu saya inginkan. Mengapa Anda tidak menaruh kepercayaan Anda pada Tuhan dan Anak-Nya Yesus Kristus, dan segera mengalami hidup berkelimpahan itu? Mungkin tidak akan terjadi dalam satu-dua hari, tapi saya berjanji, itu PASTI terjadi. Saya tahu karena hal ini terjadi bagi saya. Sayalah bukti hidup bahwa Tuhan itu ada, bahwa Ia mengasihi ANDA tidak peduli apa yang sudah Anda lakukan, dan Ia punya rencana yang sempurna dan tujuan bagi hidup Anda.
Klik disini untuk mempelajari lebih lagi tentang Tuhan dan kasih-Nya yang luar biasauntuk Anda. Shelley, seorang sahabat yang mendukung anda.
Secara pribadi saya ingin mengucapkan “Terima Kasih” untuk begitu banyak orang yang telah membantu pemulihan saya:
• Pastor Kevin dan Sheila Gerald di www.championscentre.com – Untuk mengajari saya kebijaksanaan dan menjadi seorang pemenang dalam hidup. Dapatkan pengajaran mereka yang luar biasa di www.kgcmedia.com.
• Patricia dan Argis Hulsey – Untuk mempercayai saya, mendukung saya, dan kesempatan yang kalian berikan untuk mulai melayani di penjara. Mereka juga dua orang tua “spiritual” terbaik yang dapat saya miliki.
• Nuggie Lubben – Untuk sudah menjadi seorang ibu mertua yang luar biasa. Ia mengajar saya bagaimana menjadi ibu yang hebat dan semuanya, mulai dari mencuci pakaian, menyetrika, sampai berkebun! Terima kasih, Mama!
• Kedua orang tuaku – Untuk mengasihi saya dan mengizinkan saya membagi cerita “kita” dengan dunia. Terima kasih sudah mengampuni saya dan memberi saya kesempatan kedua menjadi putri kalian. Saya mengasihi kalian, Mama dan Papa!
• Saudara laki-laki saya Chris – Untuk mengampuni saya dan memberi saya kesempatan menjadi seorang saudara perempuan yang benar, yang selalu saya rindukan. Kamu memiliki hati yang luar biasa dan roh yang indah. Saya ingin terus bekerja denganmu dan sesama pekerja lainnya dalam Kerajaan Allah. Saya mengasihimu Chris.
• Saudara perempuan saya Stacy – Untuk mendoakan saya bahkan ketika saya tidak layak menerimanya. Saya tahu waktu-waktu lalu tidaklah mudah. Saya mengasihimu! Saya juga berdoa Tuhan akan terus memulihkan hubungan kita menurut kehendak-Nya.
• Nenekku yang berketurunan Italia, Nonnie – Yang mempercayai saya ketika tidak ada seorangpun yang mempercayainya. Yang melihat emas dalam diri saya bahkan ketika sinarnya tersembunyi. Ia berpesan ketika saya masih kecil bahwa saya dapat melakukan apapun kalau saya sungguh-sungguh. Ia tidak akan pernah tahu berapa kali ia sudah menyelamatkan hidup saya. Ia adalah seoarang Pemenang sejati.
• Putriku Tiffany – Untuk mengampuni saya dan mengizinkan saya bertumbuh dan menjadi seorang ibu yang bijak baginya. Terima kasih untuk kesempatan mengasihimu dan menjadi bagian dari hidupmu. Terima kasih untuk menunjukkan kasih Kristus ketika Mama tidak punya siapa-siapa. Terima kasih untuk tidak mengizinkan masa lalu mengikatmu tetapi memilih berlari sebagai Pemenang. Mama sangat bangga terhadapmu, betapa hari ini kamu sudah menjadi seoarang wanita yang luar biasa!
• Dan terima kasih yang sangat istimewa untuk suamiku Garrett – Terima kasih telah menjadi Hosea, Yesus, dan Abraham bagiku. Kepedulianmu terhadap seorang pelacur hari ini berbuah, membangkitkan wanita terhormat yang ada di dalamnya. Kamu beriman dan mempercayai Tuhan akan mengubah situasi yang sulit. Kamu rendah hati, sabar, tahan menderita, dan lembut terhadap wanita terluka yang memerlukan lingkungan yang aman untuk sembuh. Kamu lebih dari pemenang. Aku bedoa aku terus dapat menjadi wanita impianmu.
Sumber: http://www.shelleylubben.com/articles/ShelleyStoryIndonesian.pdf