Selasa, 10 Juli 2012
~ KESAKSIAN TOMMY SIHOTANG:
"ANAK PEDAGANG SAYUR MENJADI PENGACARA HEBAT" ~
Tommy bersaksi bahwa kehidupan yang sekarang sedang ia jalani adalah sesuatu yang bahkan tidak pernah ia mimpikan karena semasa kecilnya ia harus hidup dengan biaya pas-pasan. Orangtuanya adalah pedagang kecil. Mereka berdagang hasil bumi seperti bawang, cabai dan sayur-sayuran. Untuk memenuhi kebutuhan mereka sekeluarga, Tommy dan ibunya setiap pagi harus pergi ke pasar induk Kramat Jati untuk mengambil bahan-bahan dagangan mereka dan dijual. Mereka harus naik sebuah mobil bak kecil setiap jam 4 pagi.
Pada saat itu Ia berpikir bahwa mereka tidak boleh seperti ini terus. Ia harus membuat perubahan dalam kehidupan ekonomi mereka. Setelah lulus SD, Tommy tidak sekolah selama 2 tahun. Ia menjadi makhluk ekonomi yang berjualan es, Koran, permen dan bahkan ia menkadi pemecah batu untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Sesulit apapun situasi perekonomian keluarga pada saat itu, tetapi orangtua Tommy tetap menganggap bahwa sekolah adalah hal yang penting. Perlahan tapi pasti Tommy melanjutkan sekolahnya SMP dan SMU. Kemudian karena kerja kerasnya ia berhasil masuk di perguruan tinggi.
Pada tahun kedua ia kuliah, ia diajak temannya untuk bekerja di kantor pengacara. Awalnya ia tidak tahu apa itu pengacara. Yang ia tahu bahwa kalau ia bekerja maka ia akan mendapat uang. Ia bekerja di Firma Hukum Maruli Simorangkir dan menjadi asisten pengacara. Tetapi disana ia melakukan semua pekerjaan. Termasuk pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh Office Boy, misalnya bayar tagihan telepon, tagihan listrik, beli Koran sampai menyuguhkan minuman pada tamu. Bahkan sampai membetulkan genteng yang bocor.
Ia lakukan semua dengan sukacita. Ia harus bekerja disana sampai jam 5 dan harus ke kampus sepulang kerja. Tanpa ia sadari sebenarnya ia sedang mempelajari praktek hukum yang sebenarnya disana yang tertanam sampai sekarang. Sampai pada suatu saat ia melihat kerjaan diatas meja yang tidak berhubungan dengan hukum, misalnua seperti surat tawaran, dll. Ia akhirnya berinisiatif untuk membuat surat itu dan diperbolehkan oleh bosnya saat itu.
Beberapa tahun ia bekerja disana dan mendapat pengajaran yang luar biasa dari kantor itu. Menurut Maruli ia adalah orang yang tekun. Tekun dalam pekerjaan dan sekolah. Ia mengalami kemajuan yang luar biasa dalam percaya diri. Akhirnya ia pada tahun 1988 ia mengundurkan diri dan mendirikan firma sendiri yaitu Tommy Sihotang&Partners.
Menjadi kaya adalah pilihan. Menjadi miskin juga adalah pilihan. Setelah ia mengalami masa kecil yang tidak enak. Ia mulai bangkit dan maju untuk memperbaiki keadaan perekonomian. Sejak saat itu ia dipercayakan untuk menangani kasus-kasus besar dan namanya mulai sejajar dengan para pengacara-pengacara besar yang sudah ada. Menurut Tommy untuk keluar dari kemiskinan, kita harus melakukan suatu terobosan dalam hidup. Dan terobosan itu hanya kita bisa lakukan bersama Tuhan Yesus.
Tommy Sihotang sudah berhasil melewati semua lingkaran kemiskinan yang membelenggunya dan keluarganya. Ia keluar menjadi pemenang. Dan semua itu berkat Tuhan Yesus yang sudah sangat baik dalam hidupnya.
“Ingat selalu, lihat dan kecaplah betapa baiknya Tuhan itu” ujar Tommy menutup kesaksiannya.
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...
[ Sumber: Tommy Sihotang ]
~ KESAKSIAN MERRY RIANA:
"MERAIH MIMPI SATU JUTA DOLAR" ~
Merry Riana adalah seorang wanita yang telah mewujudkan mimpi besarnya. Dalam usia yang belum genap 30 tahun, ia sudah menjadi milyader. Namun, seperti orang-orang yang telah mengecap kesuksesan dalam hal finansial, Merry Riana juga mengalami banyak rintangan saat meraih mimpinya tersebut. Dan berikut wawancara dengan Merry Riana seputar bagian dari kehidupannya ini.
Anda waktu itu mempunyai mimpi apa ?
Ketika saya ulang tahun yang ke-20, pada saat itu saya mempunyai satu mimpi “i can be a millionaire”. Dan mimpi saya pada saat itu adalah sebelum saya berulang tahun yang ke-30, saya harus sudah bisa mempunyai kebebasan finansial.
Bisa Anda ceritakan tentang awal mimpi sejuta dolar Anda?
Kisah mimpi sejuta dolar saya berawal tahun 1998. Jadi pada 98 itu, saya baru saja lulus sma dan tadinya ingin melanjutkan pendidikan saya di universitas di Jakarta tapi waktu itu ada kerusuhan, kerusuhan 98 ya.
Karena orangtua sangat mengkhawatirkan masa depan saya terutama masa pendidikan saya maka dari itu, saya pun diterbangkan ke Singapore untuk belajar disana.
Di Singapore, saya harus melakukan banyak sekali pengiritan. Tidak jarang saya harus tidak makan dan juga puasa. Membawa bekal ke kuliah adalah cara terefektif bagi saya (untuk menghemat) dan bekalnya pun sesuatu yang sangat sederhana yakni sepotong roti tawar. Ketika semua telah sepi, saya pergi ke toilet untuk memakan bekal yang saya bawa tersebut.
Ini adalah masa-masa yang menyedihkan dan lumayan mengesankan bagi saya karena pada saat itu banyak sekali perasaan yang bercampur aduk. Jadi, ada perasaan kecewa juga, marah juga ‘Kenapa sih kok Tuhan memberikan cobaan yang sangat besar untuk saya; kenapa saya harus jauh-jauh dari orang tua; kenapa saya harus pindah ke Singapore, sedangkan waktu itu keadaan di Jakarta gak tahu gimana, masih banyak kerusuhan dan sebagainya. Keadaan saya di Singapore saat itu pun juga sangat sulit.
Namun, di dalam iman saya, saya meyakini pasti ada maksud Tuhan atas semua yang saya alami ini. Maka dari itu, seluruh energi yang saya miliki saya salurkan untuk keluar dari keadaan yang tidak menyenangkan tersebut.
Di usia yang ke-20, saya berjanji bahwa saya harus benar-benar sukses sebelum usia 30 tahun. Jadi, itulah awalnya kenapa saya mempunyai mimpi seperti itu.
Lalu, bagaimana caranya Anda bisa bangkit dari segala masalah Anda ini?
Saya percaya bahwa kalau saya ingin mengubah kehidupan saya, langkah pertama yang paling mudah yang bisa saya ambil adalah dengan mengubah cara pandang saya terhadap kehidupan.
Saya mengubah cara pandang saya menjadi hal-hal yang lebih positif – “Pasti ada alasannya mengapa segala kondisi yang tidak menyenangkan terjadi di dalam kehidupan saya”, kemudian “Kalau saya ingin mewujudkan impian saya maka saya harus berjuang”. Mulai dari situ, saya mulai melakukan hal-hal yang tidak pernah saya lakukan sebelumnya.
Pada saat itu saya mulai mencari pekerjaan tambahan, mulai dari membagi brosur, kerja di toko bunga, kerja sebagai pelayan restoran di hotel. Pada saat itu, saya tidak memikirkan gengsi atau gaya-gayaan. Bagi saya, bekerja pada saat itu sebagai usaha saya untuk bisa memberikan kehidupan yang lebih baik buat saya sendiri dan pada akhirnya bisa mewujudkan impian saya.
Perlahan tapi pasti, apa yang saya lakukan khususnya dalam bidang finance dan sales membawa hasil dan saya sangat bersyukur karena itu. Pasalnya, di dalam tahun pertama saja saya sudah bisa mendapatkan pendapatan lebih dari 200.000 dolar Singapore atau di-kurs kan ke rupiah sekitar 1,5 Miliar.
Setelah itu, saya mulai bisa menyewa kantor, punya sekretaris, dan mengembangkan bisnis saya sendiri sampai sekarang ini.
Apa tips kesuksesan dari Anda?
Tips pertama adalah visi. Jadi kita harus punya visi, kita harus tahu kemana kita akan pergi, kita harus bermimpi. Yang kedua, adalah tindakan – kita juga harus berani ambil tindakan, jangan pernah takut gagal. Dan yang ketiga adalah hasrat. Jadi kita harus menyukai pekerjaan kita dan juga melakukan apa yang kita sukai.
Seberapa penting kekuatan iman dalam kehidupan Anda?
Kekuatan iman adalah sangat penting dalam hidup saya terutama ketika saat saya jauh dari orangtua. Karena saya punya kekuatan iman, saya percaya bahwa saya berada di dalam lindungan Tuhan dan itu memberikan suatu harapan pada saya bahwa apa yang saya alami selama ini pasti ada maksud Tuhan yang indah.
Saya ingat pesan mama yang bilang, “Serahkanlah semuanya ke tangan Tuhan dan biarlah Dia yang akan membimbingmu, langkah demi langkah. Tidak semua langkah sekaligus, tapi langkah demi langkah dan setiap langkah itu adalah mukjizat.
Saat ini, mimpi satu juta dolar Anda telah terwujud, apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?
Saya percaya bahwa kesuksesan seseorang dinilai dari seberapa besar dampak positif yang dia beri kepada orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, pada saat saya berusia 30 tahun, saya juga punya mimpi baru. Saya ingin bisa memberikan dampak yang positif kepada 1 juta orang terutama di Asia dan di Indonesia. Itulah mimpi satu juta dolar saya sekarang.
Sampai dengan hari ini saya sangat bersyukur karena melalui seminar saya, melalui buku-buku saya, saya sudah memberikan dampak positif kepada ratusan ribu orang. Saya tidak hanya mau berhenti disitu saja. Mimpi terbesar saya adalah suatu saat nanti kalau saya bisa memberikan dampak positif lewat program televisi saya sendiri karena saya melihat pengaruh yang paling besar bagi masyarakat adalah pertelevisian.
Semoga lewat karya-karya saya yang selanjutnya, saya bisa memberikan dampak positif kepada lebih banyak orang.
Kata-kata terakhir kepada orang yang menyaksikan maupun membaca kesaksian Anda saat ini ?
Kalau saya saja bisa, saya yakin dengan doa dan juga dengan usaha, Anda pun bisa mewujudkan mimpi sejuta dolar Anda.
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...
[ Sumber: Merry Riana ]
~ KESAKSIAN MARNI:
"PEMBANTU YANG JADI MOTIVATOR SUKSES" ~
Wanita ini hanyalah seorang pembantu rumah tangga, namun melalui kehidupannya, dia bisa memberkati orang-orang terpelajar.
“Nama saya Marni, saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Saat ini saya memimpin sebuah komunitas yang anggotanya orang terpelajar, antara lain D3, S1, bahkan ada yang menjabat sebagai seorang manajer.”
Namun Marni yang ceria dan penuh percaya diri ini, sangat jauh berbeda dengan Marni yang dulu. Dia menyimpan sebuah kenangan pahit di masa lalunya. Kemiskinan dan cacat pada matanya, membuat masa kecil yang harusnya bahagia, hilang berganti menjadi hinaan dan cercaan.
“Saya waktu itu kelas 3 SD. Saat itu saya baru menyadari bahwa fisik saya ada yang kurang, tidak sempurna. Mata kanan saya tidak bisa melihat, hanya yang kiri saja yang bisa melihat. Waktu itu teman-teman sering mengejek saya ‘Marni, matanya bijil (buta sebelah – red)..’ kata-kata itu yang membuat saya sakit hati. Membuat saya sangat sedih. Saya merasa Tuhan tidak adil.”
Marni tidak dilahirkan dalam keadaan cacat, namun karena sebuah kejadian sepele, seluruh kehidupannya berubah.
“Pada saat saya main, mata saya terlempar serpihan genteng. Saya kesakitan waktu itu, dan ketika saya tutup dengan tangan, ada darah di tangan saya. Dari hari ke hari, penglihatan saya semakin berkurang. Dan dalam waktu beberapa bulan, mata kanan saya sudah tidak bisa melihat lagi. Tetapi saya tidak pernah menyadarinya, sampai teman-teman saya mulai mengejek saya di kelas 3 SD waktu itu.”
Hati yang terhujam dengan kekecewaan membuat Marni kehilangan jati diri, dia bertumbuh menjadi remaja yang minder dan sangat rendah diri.
“Ketika saya bertumbuh dewasa, saya mulai merasa minder, pemalu, penakut dan menjadi pribadi yang pendiam. Susah untuk tertawa, bahkan untuk senyum. Untuk bicara di depan dua orang saja saya gemetar, karena saya merasa fisik saya tidak sempurna.”
Didalam ketidak sempurnaan dan keluguannya, Marni pun ingin mengubah nasibnya di Jakarta.
“Waktu itu ada saudara saya yang menawarkan pada saya pekerjaan di Jakarta. Saya bertanya, ‘kerjaan apa?’ dia jawab ‘pokoknya gampanglah nanti. Ikut aku aja.’ Di dalam hati saya ada kerinduan untuk mau pergi ke Jakarta. Pada hal belum jelas pekerjaan yang di tawarkan itu apa. Waktu itu saya masih menjahit di rumah, bahkan masih ada jahitan yang harus saya selesaikan. Lalu saya memberanikan diri untuk meminta ijin kepada orangtua saya. Kalau bapak saya sih mengijinkan, karena semua itu di kembalikan ke diri saya lagi. ‘Kamu sudah besar, kamu sudah bisa memilih apa yang baik untuk diri kamu,’ demikian kata bapak.”
Namun apa yang terjadi ketika Marni sampai di Jakarta, bukanlah yang dia harapkan. Sampai akhirnya Marni bertemu dengan seorang ibu yang mengajaknya bekerja di sebuah rumah tangga. Inilah rumah keluarga Agus Sugianto, tempat dimana Marni mengalami titik balik kehidupannya.
“Kami melihat penampilannya memprihatinkan sekali. Prihatin disini maksudnya kusut, dan banyak hal dalam kondisi fisiknya tidak dirawat, dan tidak di urus. Selain itu juga pembawaannya sangat pemalu sekali, bahkan cenderung menutup diri. Bahkan ketika bicara dengan orang, dia tidak berani menatap mata,” demikian cerita bapak Agus, majikan Marni.
“Saya melihat Marni adalah seorang pribadi yang sangat sensitif. Lalu saya memberanikan diri untuk menanyakan pada Marni, apa yang terjadi dengan matanya. Dan memang, waktu itu Marni menceritakan masa kecilnya dengan menangis,” demikian tutur ibu Mala, istri bapak Agus.
“Kami menempatkan dia sebagai anak kami, dan kami sebagai orang tuanya. Jadi kami melakukan suatu pendekatan, bicara dari hati ke hati. Gimana sih sebenarnya perasaannya dia, kekecewaanya dia,” demikian bapak Agus memperlakukan Marni.
“Kami membimbing dia untuk melepaskan semua kekecewaan yang ada dalam dirinya, tentang keberadaan dirinya. Atau juga penyesalan mengapa semua itu terjadi. Jadi akhirnya waktu itu kami bawa semuanya itu kepada Tuhan, sehingga dia bisa menerima semuanya ini, dan tidak menjadi sebuah penyesalan yang berkelanjutan. Tetapi mempercayai bahwa apapun keberadaan dia, ada sebuah rencana Tuhan bagi dirinya,” Ibu Mala menceritakan bagaimana dirinya dan suami membimbing Marni.
“Waktu itu bapak Agus dan bu Mala mengajarkan saya untuk membaca firman, mengajak untuk berdoa, dan berdoa bersama. Dan sewaktu saya pertama kali membaca Alkitab, saya membaca ‘Oleh karena kamu berharga dimataKu, dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.’ Sewaktu firman itu saya baca, hati saya merasa tersentuh. Saya mengganti kata kamu dengan nama saya pada ayat itu. ‘Oleh karena Marni berharga di mata Tuhan, dan mulia, dan Tuhan mengasi Marni.’ Saya akhirnya menerima diri saya apa adanya. Walaupun diri saya dalam kekurangan, dan diri saya cacat, tetapi saya menerima diri saya.”
Apa yang menjadi kekurangan dalam diri Marni, kini menjadi sebuah kelebihan. Memimpin dan membina sebuah komunitas, kini menjadi kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Marni. Inilah cerita dari sahabat-sahabat Marni yang diberkati oleh kehidupannya:
“Mbak Marni itu sudah seperti ibu bagi saya, karena dia ikhlas menolong saya. Bahkan selalu memberikan perhatian yang lebih kepada saya,” ungkap Samuel.
Lain lagi dengan cerita Grace, “Dia selalu memberikan nasihat-nasihat yang positif buat saya. Selalu menguatkan saya pada saat saya mengalami masalah yang berat. Dan juga memberikan dukungan doa pada waktu saya meminta seorang anak pada Tuhan, hingga saya boleh mempunyai seorang anak saat ini.”
“Saya tidak melihat latar belakang pendidikan Mbak Marni, tetapi beliau bisa menjadi teladan buat hidup saya. Karena tidak semua orang yang berpendidikan tinggi itu dapat memberikan teladan,” demikian cerita Hendra Gunawan S, S.H.
“Walaupun saya seorang manajer, tapi saya tidak melihat Mbak Marni sebagai pembantu rumah tangga. Yang saya lihat dari dirinya adalah kerendahan hatinya, dia orang yang bisa memimpin. Dan dia memberikan dampak buat orang lain, serta saya melihat hasilnya.” David Mandoringin, sahabat Marni.
Inilah rahasia perubahan hidup Marni.
“Jadi saya berharga bukan karena apa kata orang, tetapi saya berharga karena apa kata Tuhan. Ketika saya sekarang sudah kenal Tuhan, saya percaya sama Tuhan, dan saya diubahkan. Saya melihat bahwa Tuhan bisa memakai orang yang tidak sempurna. Orang cacatpun bisa dipakai oleh Tuhan. Yang terpenting, ada kerinduan, ada kemauan dan hatinya mau dipakai oleh Tuhan.”
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...
[ Sumber: Marni ]
~ KESAKSIAN HANS WANAGHI:
"BINTANG FILM LAGA YANG TERPURUK KARENA JUDI" ~
Kecintaannya pada ilmu bela diri mengantarkan Hans Wanaghi masuk kedunia film laga. Hal ini awalnya hanyalah sebuah mimpi baginya yang hanyalah anak dari daerah dan keluarga sederhana.
“Dari nonton-nonton film ini (film laga), timbul keinginan, ‘Saya kan punya kemampuan bela diri, kenapa ngga sekalian aja jadi pemainnya.’ Tapi hanya sebatas impian, karena saya merasa saya di daerah.”
Impian itu terus bertumbuh di hati Hans, hingga suatu hari sebuah kejadian membuat masa depannya seakan telah hancur.
“Papa saya meninggal, perekonomian keluarga kami hancur. Disitu timbul tekad, suatu hari nanti saya harus merubah keadaan perekonomian keluarga.”
Hans yang akhirnya melanjutkan SMA-nya di Jakarta semakin memperkuat tekadnya untuk menjadi populer dan sukses. Apa lagi ketika ia menyaksikan beberapa teman sekolahnya yang berhasil menjadi artis, impiannya mulai menyala kembali. Suatu hari pintu kesempatan terbuka baginya, ia pun menyambarnya.
“Pada saat itu pemilihan “Abang None Jakarta,” saya coba ikuti. Kebetulan saya mendapat predikat sebagai salah satu abang Jakarta di tahun 83. Disitu, ada salah satu none yang sudah sering ikut drama-drama di televisi. Saya diajak dan di casting lalu diterima. Karena saya baru, jadi dikasih peran figuran untuk coba dulu. Disitulah awal karir saya hingga ke layar lebar.”
Jalan menjadi seorang bintang sudah terbuka lebar di depan Hans. Tidak hanya ketenaran, uang pun mengalir dengan deras ke kantongnya. Namun hal tersebut membuatnya lupa diri dan jatuh dalam dunia seks bebas.
“Saat saya ditawarkan menjadi pemeran utama di sebuah film kolosal, disitulah saya baru merasa inilah dunia saya. Saya semakin populer dan terlena. Saya lagi istirahat shooting, tiba-tiba ada yang mengetok pintu. Pada saat itulah terjadi hubungan suami istri.”
Bergonta-ganti wanita adalah hal biasa bagi Hans, bahkan dirinya sama sekali tidak merasakan bahwa apa yang telah dilakukannya adalah sesuatu yang salah.
Hati Hans semakin melambung saat ia sudah berhasil mendirikan rumah produksi sendiri dan bisa membeli mobil dan rumah mewah. Namun harta telah membutakan mata hatinya, Hans malah terperosok dalam perjudian.
“Dipuncak kesuksesan saya itu, disitu tidak membuat saya bersyukur. Malah saya jatuh dalam perjudian. Memang awalnya membuahkan hasil, sepertinya gampang sekali. Selama masih ada uang ditangan, saya akan terus pergunakan untuk judi.”
Namun malang tak dapat ditolak, kekalahan membuat Hans kehilangan semua hartanya.
“Saya mengalami putus asa, saya sempat stag. Pada saat itu saya baru menyadari bahwa selama ini saya telah menyia-nyiakan apa yang saya miliki.”
Hans mencoba bangkit, ia mulai melamar pekerjaan ke berbagai tempat namun hal itu bukanlah sesuatu yang mudah. Penolakan demi penolakan ia terima. Hans akhirnya memulai usaha air minum gallon.
“Saya dulu direktur, namun kini saya angkat-angkat gallon sendiri. Saat itu sebenarnya hati kecil saya menangis.”
Sepertinya Tuhan tidak ingin membiarkan Hans terus meratapi nasibnya. Seorang teman datang dan mengajaknya untuk mengikuti sebuah camp khusus pria.
“Sesi demi sesi saya ikuti, hingga pada malam harinya ketika pembicara mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada dalam hidup ini bukanlah milik kita, semua titipan dari Tuhan. Disitu hati saya mulai tersentuh, saya merasa kalau saya sendiri adalah milik Tuhan, masakah saya menyia-nyiakan hidup saya. Disitu saya merasa kelegaan, saya merasa Tuhan Yesus begitu baik. Saya yang tidak bisa bertanggung jawab terhadap berkat yang Tuhan berikan, tapi Tuhan tetap mengasihi saya. Masih mau menyadarkan saya, masih mau menerima saya kembali.”
Sejak saat itu, Hans mengambil keputusan untuk meninggalkan dosa-dosanya dan bersungguh-sungguh hidup untuk Tuhan.
“Saya baru menyadari bahwa saya ini bukan apa-apa. Popularitas dan materi yang pernah saya miliki ternyata tidak bisa membantu saya, tidak bisa mengangkat saya kembali. Hal itu membuat ambisi saya untuk kembali ke profesi saya yang dulu hilang. Jika saya bandingkan, saya kini jauh merasakan ketenangan. Kedamaian yang saya rasakan yang berasal dari Tuhan Yesus.”
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...
[ Sumber: Hans Wanaghi ]
~ KESAKSIAN JUNFI:
"13 KALI DILAWAT TUHAN YESUS DAN ROH KUDUS" ~
Sebelumnya kami menganut kepercayaan lain. Karena kasih dan karunia dari Allah Bapa kami mengucap syukur telah dibukakan mata hati, mata Batin dan Pemahaman untuk melihat adanya Kebenaran. Dan kami bersyukur telah diangkat, dipulihkan dan diselamatkan oleh Hadirat-Nya dan karena kasih karunia-Nya pula telah mengubahkan menjadi suka cita yang dari pada-Nya sejak kami memutuskan pada bulan Maret 2011 untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat Kami.
Puji Tuhan tanggal 1 Mei 2011 ini kami di Baptis. Tuhan Yesus begitu baik, Kasih Kristus begitu nyata dirasakan dan DIA telah berkenan menyatakan Kemuliaan-Nya ditengah-tengah keluarga kami sedikitnya 13 kali (2 kali melalui mimpi dan sedikitnya 11 kali melalui penglihatan (berjumpa) saat sedang berdoa – Melihat Hadirat Tuhan Yesus dan dengan Penglihatan Spritual lainnya yang di izinkan-Nya).
Yeremia 33:3 ; “Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui.”
Melalui penulisan kesaksian ini izinkanlah saya menceritakan sebagian besar kesaksian hidup Kami kiranya dapat memberkati saudara/i sekalian yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus dimanapun berada.
Tanggal 7 Mei 2011;
Berselang 1 minggu usai dibaptis, kami dikunjungi oleh seorang penginjil dan dinasehati untuk membangun mesbah dalam keluarga, melakukan doa malam sebelum tidur dan doa pagi bersama isteri dengan saling bergenggaman tangan. Dengan merendahkan diri, dalam Bapa, Putra dan Roh Kudus kami sepakat dengan hati yang tulus dan bersuka cita dalam nama Yesus kami melakukannya setiap hari.
Tanggal 14 Mei 2011 (Sabtu);
Malam harinya melalui Istri diperlihatkannya melalui sebuah mimpi lawatan Tuhan Yesus ke rumah Kami. Yesus berdiri di pintu Utama menghadap keruang tamu. Disana, Hadirat-Nya berjubah putih dan bercahaya, rambut-Nya bewarna keemasan, menakjubkan disertai timbulnya rasa damai, bahagia, dan penuh Suka Cita dihadapan-Nya. Tidak ada unsur rasa takut sedikitpun pada saat itu. Dia adalah sosok Penuh dengan Keagungan dan tatapan mata-Nya penuh Kasih, penyayang dan penuh damai.
Disana diperlihatkan juga sebuah aliran cahaya yang mengalir (kebawah) berwarna merah bagaikan mata air yang terus keluar mengalir dan warnanya bagai lahar emas yang bernyala-nyala. Jika diilustrasikan panjang dari aliran lahar emas ini dari atas yang mengalir turun kebawah diperlihatkan panjang berkisar 40-50 cm dan lebarnya sekitar 2 cm yang mengalir dan mengalir turun terus-menerus tanpa henti, terus mengalir dan berulang-ulang. Tidak ada kata-kata yang disampaikan-Nya, hanya kemuliaan yang menakjubkan dari apa yang dinyatakan-Nya.
Tanggal 15 Mei 2011 (Minggu);
Pagi, Alarm saya belum berbunyi saya sudah dibangunkan Istri dan menceritakan mimpinya tersebut kepada saya. Biasanya dia bangun lebih awal untuk mempersiapkan keperluan dan bekal keperluan Putri kami yang masih berusia 16 bulan (pada waktu itu) sebelum berangkat ke Gereja (GBI-PRJ), Kemayoran.
Bagi saya hal ini adalah berita baik bagi Kami, meskipun kami belum mengetahui apa makna yang Tuhan Yesus ingin sampaikan. Tetapi, Kami yakini dengan iman dan percaya Tuhan Yesus adalah pribadi yang memberikan jaminan keselamatan dan Sang Pendatang Berkat dan Kebaikan bagi umatnya yang percaya kepada-Nya titik.
Sepulang dari Gereja jam 11:00 WIB, karena hari ini tidak ada rencana dan tujuan jalan-jalan, kami putuskan pulang kerumah dan sempat tidur siang. Kedua kalinya melalui mimpi dinyatakan; Istri berada diteras rumah dan menatap kelangit, Tuhan Yesus, berjubah merah biru tampak duduk seperti sedang mengerjakan sesuatu dengan kedua tangan-Nya dan seperti di meja batu. Dan juga ada satu hal yang agak aneh, di kening Kepala-Nya berlilitkan atau terikat kain putih.
Tanggal 18 & 19 Mei 2011;
Dimulai dari hari ini, Isteri memperoleh karunia penglihatan, khususnya diizinkan melihat sesuatu saat berdoa dalam keadaan mata terpejam, tentunya hanya yang ingin diperlihatkan-Nya saja yang dapat dilihat olehnya. Saya memimpin doa malam dan doa pagi di setiap harinya. Pada tanggal 19 Mei 2011, saya agak terkejut katanya sudah dua hari berturut-turut dari tanggal 18 dan 19 Mei 2011 dia bisa merasakan melalui penglihatannya melihat Yesus berjubah putih disaat sedang berdoa Ia berada ditangga sedang berdiri (rumah kediaman kami) dan tangan kanan-Nya tampak sedang memegang gagang tangga. Saya masih tidak yakin dan bilang “Aaah… masa sih ?” dan dia masih tetap mempertahankan apa yang dilihatnya “Bener … itu Wajah Yesus yang saya pernah lihat di mimpi pertama kali!!!” katanya.
Tanggal 20& 21 Mei 2011;
Tanggal 20 Mei 2011, Penglihatan malam hari ini berbeda dengan Penglihatan 2 hari sebelumnya, Seusainya doa malam, dia menceritakan, katanya dia melihat Malaikat berjubah putih (dimensi penangkapan dalam penglihatannya kira-kira 1 jengkal orang dewasa dan berada di atas kepala kami).
Bahkan Istri saya tidak mempercayai penglihatannya sendiri ketika itu, disaat pejaman mata waktu berdoa itu, dia mencoba membuka pejaman matanya berharap dapat melihat kejadian tersebut dengan mata telanjang tetapi tidak bisa, karena hanya dapat dilihat dengan matanya yang tertutup. Tanggal 21 Mei (keesokan harinya), penglihatan yang serupa juga terjadi, yaitu melihat Malaikat yang sama dan berada di atas kepala.
Tanggal 29 Mei 2011;
Malam ini kami berdoa sampai 4 kali banyaknya, karena Istri saya menceritakan penglihatannya yang menakjubkan. Selesainya doa pertama kali, dia memperoleh penglihatan adanya Malaikat (seperti yang terlihat tgl 20 & 21 Mei 2011) berada diatas kami dan kali ini Ia menabur-naburkan kerlap-kerlipan bintang-bintang yang bercahaya. Hal ini seusainya diceritakan membuat kami terdiam, takjub dan kami dibuatnya terheran-heran dan dipenuhi tanda tanya kira-kira apa maknanya ya? Akan tetapi hal ini semakin menambah-nambahkan keyakinan, kepercayaa dan Iman kepada kami.
Setelah itu, Kami kembali berdoa mengucapkan syukur dan terimakasih serta sempat mempertanyakan apa arti semuanya ini. Seusainya kami berdoa, kembali dikatakannya ada sesuatu yang terjadi disaat sedang berdoa; dia melihat satu sosok iblis berjubah putih, posisi si iblis itu berada di dekat sisi kanan saya, berambut panjang keriting berantakan dengan mata yang seperti bohlam lampu dan menyala. Iblis itu terlihat dipanah oleh Malaikat itu dan telah dikalahkannya, anak panahnya menancap disekitar bagian dada sang iblis tersebut dan kemudian tumbang terjatuh.
Saya tidak tau apa yang harus saya lakukan saat itu, Saya kembali melipatkan tangan dan menunduk kepala dan berdoa, isi doa saya pribadi malam itu adalah mengucap syukur dan pengakuan dosa dan meminta pengampunan kesalahan dan dosa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan.
Ternyata belum selesai, setelah saya berdoa selesai, kembali Isteri menceritakan penglihatan berikutnya (penglihatan yang terjadi disaat saya sedang berdoa); Tidak jauh disebelah sisi kiri depan saya ada 2 sosok iblis yang sama berbaju putih-putih dan bagian wajahnya tidak tampak jelas, tiba-tiba terkedua iblis tersebut seluruh tubuh dan jubahnya berubah menjadi hangus. Kemudian setelah iblis-iblis itu di kalahkan, selanjutnya terlihat muncul sorotan cahaya seperti senter yang datang dari atas langit dan tertuju kepada diri saya (pada saat itu saya sedang duduk berdoa). Penglihatan demi penglihatan yang diijinkan-Nya tersebut diatas dilihat dalam keadaan mata terpejam.
Iblis pertama terpanah dan dikalahkannya, kemudian hangusnya kedua iblis itu tidak terlihat adanya sumber api yang menghanguskannya, tapi tiba-tiba menjadi hangus, saya percaya hangus dengan sendirinya itu adalah karena besarnya kuasa doa (kekuatan kuasa doa) yang sanggup mengubahkan, memulihkan dan memerdekakan.
Kami sempat mempertanyakan, kira-kira roh-roh yang dikalahkan, dijatuhkan dan diruntuhkan tersebut darimana asalnya? Mungkin itu adalah roh jahat yang selalu hadir dalam diri manusia dan mengendalikan pribadi-pribadi yang jauh dari Tuhan, sehingga tingkah laku, perbuatan, sifat orang-orang tersebut menjadi tidak baik, cenderung mengandalkan kekuatan sendiri dan mudah dikendalikan oleh si jahat. Saya bersyukur apa bila itu adalah roh jahat yang ada pada diri saya, maka roh-roh tersebut berarti telah di runtuhkan/dipatahkan dalam nama Tuhan Yesus, Amin.
Terakhir, Kami kembali berdoa keempat kalinya, mensyukurinya dan berterima kasih kepada Allah Bapa di Surga, karena Kasih dan Karunia-Nya yang teramat besar serta perlindungan-Nya yang sempurna, sehingga Anda dan kami dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib dan diberikan-Nya keselamatan dari pada-Nya atas Kita semua.
Suatu hal yang tidak masuk akal logika, karena memang yang saya kenal istri saya ini dia tidak suka berimajinasi yang macam-macam atau tidak ada semacam stimulasi yang merangsang fikirannya kearah imajinasi tersebut apakah disebabkan karena telah melihat film atau apapun dan kemudian mengarah kepada kerangka atau sistematis pemikiran atau hayalan yang timbul seperti apa yang diceritakan dalam penglihatan-penglihatannya tersebut.
Tanggal 1 Juni 2011;
Tanggal 2 Juni 2011 adalah Hari Kenaikan Yesus Kristus. Tanggal 1 Juni 2011 tengah malam Tuhan Yesus kembali menyatakan diri-Nya lagi dengan tubuh-Nya yang Sangat Besar di hadapan kami saat doa malam.
Pada malam ini, kami sangat bersuka cita sekali, karena telah di ijinkan melihat kemuliaan-Nya, Tuhan Yesus menyatakan diri-Nya dengan sosok yang sangat-sangat besar sekali dan berjubah putih. Tubuh-Nya yang sangat Besar sekali dan tinggi itu, sampai-sampai kepala Isteri saya melihat dan menengadah keatas setinggi-tingginya, tetapi karena terlampau begitu besar dan tinggi, wajah-Nya tidak dapat terlihat. Di Tangan-Nya tampak sedang menggendong kami (terlihat seperti menggendong bayi). Terlihat dengan jelas di gendongan tangan-Nya ada Saya, Isteri, Putri kami, Mama mertua dan Kakak perempuan saya. Bayangkan dalam gendongan-Nya kami sedang tertidur dengan sangat lelap dalam dekapan-Nya dan kami semua sedang berpakaian putih-putih.
Kemudian kami diteguhkan melalui firman Tuhan pada kitab Yesaya 46:4 tertulis: "Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu."
Kebetulan sekali pada saat kami dibabtis tanggal 1 Mei 2011 kami hanya bertiga: Saya, Isteri dan Mama mertua saja. Karena kuasanya yang besar Tuhan Yesus menyatakan kepada kami bahwa yang percaya kepada-Nya lah yang akan diberikan Keselamatan dari pada-Nya. Mengenai kakak perempuan saya yang ada dalam gendongan-Nya itu, Puji syukur sudah menerima Tuhan Yesus. Tetapi, yang tidak tampak dalam gendongan-Nya: Bapak mertua beserta anggota keluarga dan Orang tua saya belum menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi mereka.
Didalam doa, kami percaya dengan iman, dalam nama Tuhan Yesus tidak ada yang mustahil, Tuhan Yesus akan menjamah dan membukakan mata hati, batin dan pemahaman mereka agar cahaya terang Yesus Kristus datang menyinari kegelapan kehidupan mereka. Keluarga kami dan kita semua akan diselamatkan oleh Tuhan Yesus, Amin.
Tanggal 6 Juni 2011;
Setiap doa kami selalu menaikkan doa untuk Orang Tua dan keluarga kami yang belum menerima Tuhan Yesus, dalam setiap doa Kami selalu meminta agar orang yang kami kasihi tersebut dilawat, dijamah oleh Tuhan Yesus dan dihujani pertobatan bagi mereka.
Pada malam ini juga memperoleh penglihatan yang mengagumkan pada saat berdoa malam, katanya penglihatan itu muncul ketika saya sedang mengucapkan doa minta Tuhan Yesus mengangkat dan menyelamatkan mereka (Orang tua dan keluarga) dari jalan kegelapan dalam ketersesatan mereka, dan memohon belas kasihan terang Yesus dapat menyinari kehidupan mereka.
Tepat saat dalam pengucapan doa permohonan itu juga, merasakan melihat Tuhan Yesus berjubah putih dengan tubuh-Nya yang bercahaya terang, memasuki seperti pintu menuju bawah tanah yang teramat gelap dan melangkahkan kaki-Nya turun kebawah. Bagian-bagian tempat yang dilalui menyerupai anak tangga kebawah tanah, dan dididing batu dan tanah yang telah dilalui-Nya berubah menjadi terang bercahaya kilau keemasan mengikuti-Nya disepanjang jalan Yesus melangkahkan kaki-Nya.
_______________
Mazmur 139:7-10, "Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki kelangit, Engkau disana; jika aku menaruh tempat tidurku didunia orang mati, disitupun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman diujung laut, juga disana tangan-Mu akan menuntun aku."
Tanggal 16 Oktober 2011, Kami baru saja pindahan rumah dari Jakarta Pusat ke salah satu perumahan di Jakarta Barat. Sebelumnya kami sempat menyayangkan harus menjual rumah tersebut, rumah yang sudah pernah dilawat Tuhan dan harus pindah kerumah yang lain. Syukur Tuhan menyediakan rumah yang lebih baik dari sebelumnya dan lebih rendah harganya, pada rumah yang baru ini juga hingga hari ini sudah sebanyak 2 kali Yesus Tuhan menyatakan Hadirat-Nya kembali dan Kesetiaan-Nya sesuai Janji-Nya kepada kita bahwa Tuhan Yesus tetap akan setia dimanapun kita berada dan penyertaan-Nya tetap berada disepanjang jalan Kita. Kami betapa sangat tersentuhnya dan begitu terharu luar biasa sekali, karena Tuhan begitu teramat baiknya dan melalui keperkenanan-Nya bersedia melawat keluarga kami.
(Matius 28:20), dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Tanggal 17 Oktober 2011;
Lukas 3:21-22, "Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: “Engkaulah Anak-Ku yang kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”
Dimalam kedua dirumah baru, saat berdoa, kami diberi penglihatan indah dan ajaib; yaitu penglihatan seekor Burung Merpati Putih sedang mengepak-ngepakkan sayap-Nya dan dari sayap-Nya ditabur-taburkannya semacam serbuk halus emas-emas yang berjatuhan dan bercahaya kerlap-kerlip nan indah diatas kepala tempat kami berdoa. Sementara itu, bayangkan Burung Merpati itu membawa sebuah Keranjang putih dan berikatkan semacam tali putih yang dijepitkan dimulut-Nya. Keranjang itu berisi sesuatu yang kami tidak tau apa itu, terlihat seperti (semacam) kapas putih bersih dan ranjang itu terisi penuh.
(bila Anda Ingin Melihat Ilustrasi Gambar Burung Merpati Putih seperti penglihatan diatas silahkan kunjungi : www.lukisanyesusrohkudus.blogspot.com)
Tanggal 26 November 2011 (Sabtu malam);
(Matius 18 : 20) tertulis “Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku disitu Aku ada di tengah-tengah mereka.”
Kami mengundang beberapa teman kantor untuk melakukan Syukuran dan Pemberkatan rumah tinggal baru, Persekutuan Doa dan Pujian penyembahan dimulai pukul 8 malam. Kami, berjumlah sebanyak 12 orang dan duduk dilantai membentuk lingkaran.
Ketika saat Pujian Penyembahan sedang berlangsung, Tuhan Yesus telah menyatakan kemuliaan diri-Nya ditengah-tengah kami, setengah tubuh (dari atas kepala hingga bagian dibawah pinggang) berjubah Putih. Terlihat kedua tangan-Nya dibentangkan kekanan dan kiri, dan wajah-Nya menatap kearah lingkaran yg kami bentuk (tempat dimana kami melaksanakan Pujian Penyembahan). Tidak hanya wajah-Nya yang menatap kearah pelaksanaan pujian penyembahan yang sedang kami lakukan, tetapi Wajah-Nya juga tampak kemudian menatap ke Atas Langit (dan Posisi bentangan tangan-Nya tidak berubah).
Tidak hanya itu, lagu pujian yang kami dinaikkan saat itu menjadi berubah/diubahkan dan Sangat begitu Indahnya terdengar ditelinga Isteri saya. Lagu pujian yang kami nyanyikan itu terdengar begitu “Bulat” dan dijadikannya sebegitu sempurna terdengar ditelinga seperti berada di dalam ruangan yang tanpa cela lubang sedikitpun, “bulat terdengar”. Suara nyanyian itu tidak dapat dilukiskan betapa begitu indahannya terdengar ditelinga. Halleluya.
16 Januari 2012;
Markus 11:22-23, "Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah kedalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya. Karena itu Aku berkata kepadamu : apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu."
Dokter kandungan memastikan bahwa 100% bayi yang sedang dikandung saat ini adalah berjenis kelamin Laki-laki setelah dilakukan USG dan telah berusia kira-kira 18 minggu. Maka genaplah penglihatan persis 18 minggu yang lalu (terhitung sesuai dari hari diberinya penglihatan tersebut), bahwa didalam penglihatannya; menyoroti seorang bayi lucu yang baru saja dilahirkan dan dia berjenis kelamin laki-laki. Anak pertama kami adalah seorang putri, maka Tuhan telah melengkapi kebahagiaan kami dengan dikaruniakannya sepasang anak, Putra dan Putri.
Saya mengimani dan mempercayainya, dan kemudian kami beritakan kabar baik ini kepada keluarga, kerabat, teman dan rekan-rekan lainnya bahwa anak kedua kami adalah berjenis kelamin laki-laki (jauh sebelum dokter menyatakannya). Kami perkatakan didalam doa, bahwa Kita yang percaya, mengandalkan dan bersandar kepada Allah Bapa didalam nama Tuhan Yesus Kristus tidak akan sekali-kali dipermalukan oleh-Nya.
Yeremia 10:10, "Tetapi Tuhan adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena Murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya."
“Tuhan Yesus engkau sungguh Allah yang hidup”. “Terima kasih Tuhan Yesus, Engkau sungguh Eloim yang hidup dan ajaib, terpujilah nama-Mu Segala Hormat dan Kemuliaan hanya bagi Mu kekal sampai selamanya, Amin!”
Akhir kata, mari kita terus naikkan Puji dan Syukur bagi-Nya karena kita semua memiliki Tuhan dan Allah yang “Hidup”, saya rasa kita semua setuju dan sependapat bahwa Kebesaran dan Kuasa-Nya itu tidak dapat disetarakan dengan apapun bahkan tidak dapat diterjemahkan oleh kata-kata dalam bahasa apapun di atas bumi ini. Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya, dan tidak ada yang sia-sia pada apa yang telah kita perbuat didalam nama-Nya. Dan mari selalu berusaha melayakkan diri dihadapan-Nya, agar perkenanan Tuhan selalu menyertai kita, Amin.
Mazmur 139:14, "Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya."
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...
[ Sumber: Junfi ]
~ KISAH PENGUSAHA YANG DIJEMPUT MALAIKAT ~
Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, “kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!
“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya. Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit“.
Dengan lembut si Malaikat berkata, “anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.
Kata Malaikat, “aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”
Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,” Tuhan, aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalau pun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.” dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.
Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !
Dengan setengah bergumam dia bertanya, “apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”
Jawab si Malaikat,’” ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.
Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu?. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.
Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.
Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.
Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.
Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Jumat, 06 Juli 2012
~ KESAKSIAN: "DIBALIK MASA KELAM JOANA ALEXANDRA DAN RADITYA OLOAN" ~
Wanita ini memasuki dunia entertain secara tidak sengaja, mulai dari dunia model, kesuksesannya terus menanjak merambah dunia sinetron bahkan hingga layar lebar. Namanya adalah Joana Alexandra, wanita kelahiran tahun 1987 ini begitu terbuai kesuksesan di awal karirnya.
“Dapat honor langsung beli obat-obatan,” demikian pengakuannya.
Setali tiga uang dengan Joana, Raditya Oloan, seorang disc jockey dan pemaian band juga terjerat oleh narkoba ketika masuk dalam hingat bingarnya dunia keartisan.
“Nge-band tanpa drugs rasanya kosong aja, kaya gitu,” ungkap Raditya.
Lalu apa jadinya ketika keduanya menjalin hubungan cinta?
“Dia udah tahu aku mulai make, akhirnya kita make bareng,” demikian pengakuan Joana, “kalau perlu barang mintanya sama dia, kalau dia punya barang dia nawarin. Jadi apa ya? Simbiosis mutualisme.”
Clubing, narkoba, seks bebas, semua itu mereka lakukan tanpa memikirkan akibatnya. Keluarga, pendidikan, karir, bahkan masa depan mereka tanpa terasa berada di ambang kehancuran.
“Polisi, jangan bergerak,” demikian seru seorang polisi.
Saat itu Joana dan Raditya bersama beberapa orang teman di grebek oleh pihak kepolisian.
“Di meja itu, saya ingat banget ada paketan beberapa gram, sama beberapa linting. Jadi kalau diperiksa, pasti ditangkep,” ujar Raditya.
Akhirnya mereka semua digelandang ke polsek Tangerang. Dengan berat hati, Joana dan Raditya menghubungi orangtua mereka untuk meminta bantuan. Rasa takut akan amarah dari orangtua jelas terbersit di hati mereka, namun apa daya, mereka kini sungguh butuh bantuan mereka, mereka hanya bisa tertunduk di hadapan orangtua yang telah melahirkan dan membesarkan mereka.
“Aku benar-benar melihat pengorbanan mereka, pasti rasanya malu banget ketahuan ke polsek jemput anaknya yang kena narkoba,” tutur Joana.
Orangtua keduanya hanya bisa menangis saat datang ke polsek, tidak seperti yang mereka bayangkan, tidak satu kata cacian atau amarah yang terucap dari mereka. Orangtua mereka memberikan pengampunan bahkan menjamin mereka sehingga mereka tidak harus merasakan berada di balik jeruji penjara. Sayangnya, hal itu tidak membuat mereka sadar dan mengubah cara hidupnya dan membawa diri mereka kesebuah permasalahan yang baru.
“Aku baru saja promo film layar lebar aku, jadi yang kemarin-kemarin sibuk promo selain itu aku juga masih make banget, kemana-mana itu pasti teler, tiba-tiba harus diperhadapkan kalau aku hamil. Antara takut sama apa yang akan terjadi dengan karir aku, orangtua gimana, teman-teman gimana, pikiran-pikiran buruk langsung kepikir sama aku.” Selama satu bulan Joana dan Raditya tidak bisa memutuskan harus melakukan apa. Sempat terbersit pilihan untuk aborsi, namun entah mengapa mereka masih tidak bisa memutuskan juga.
“Sebenarnya pertama-tama pemikiran saya ya aborsi, karena lingkungan saya banyak yang aborsi, jadi bagi saya itu suatu hal yang biasa. Tapi di hati saya tergerak untuk berkata: Jo, kalau kamu mau terusin, aku mau terusin,” terang Raditya.
“Ini benaran nih, bayinya mau dijadiin?” tanya Joana tidak percaya. “Benar-benar ngga kebayang nanti jadi seorang ibu, lalu punya baby, trus nanti apa yang harus dihadapin benar-benar ngga kebayang.”
Sekalipun takut, Raditya memberitahukan perihal kehamilan Joana itu kepada orangtuanya, demikian juga Joana, mereka berdua terbang ke Manado menemui orangtua Joana untuk mengakui perbuatan mereka. Sungguh diluar dugaan, kedua orangtua mereka tidak memperlihatkan amarah mereka sekalipun memang terluka, namun mereka mendukung keduanya untuk mengambil langkah selanjutnya.
“Oke pah, kita sudah putusin untuk terusin.”
”Kalau begitu papa dukung, papa akan ngomong sama mama. Kamu kasih clue, kamu besok dateng ya,” ungkap papa Raditya.
“Mulai menjauh dari rumah, papa saya melambaikan tangan, dadah. Disitu hati saya benar-benar hancur. Saya lihat mukanya tidak ceria, dia senyum, tapi saya lihat matanya sedih sekali.”
Tatapan sang ayah benar-benar menghancurkan hati Raditya. Lelah, bingung, sedih, semua perasaan itu bercampur baur di hati Raditya. Ia akhirnya memilih tidur tanpa mengucap sepatah katapun pada Joana.
“Saat saya tidur, saya terus terbayang dengan papa saya. Mungkin saya tidur sekitar 10 menit, hati saya seperti ada yang pukul. Saya bangun, saya langsung megap-megap nangis, dan saat nangis kata-kata yang pertama keluar adalah : Tuhan tolong saya, saya menyerahkan hidup saya seluruhnya untuk Engkau. Kami berdoa, setelah selesai, ada damai dan kekuatan baru dari situ.”
Januari 2007, akhirnya keduanya masuk dalam pernikahan. Keduanya masih muda, labil dan penuh ego. Mereka mencoba investasi dalam sebuah usaha dalam jumlah yang cukup besar, namun gagal. Namun masalah mereka bukan hanya itu, mereka masih tetap mengkonsumsi narkoba, bahkan Joana tidak lagi memikirkan janin dalam kandungannya. Beruntung, mereka menemukan sebuah komunitas yang mau menerima mereka apa adanya bahkan membimbing mereka untuk bisa keluar dari semua keterikatan itu.
“Beruntung saya berada di sebuah komunitas yang luar biasa, aku bersaksi dan didoain, dan puji Tuhan, itu sembuh.”
Dengan saling mengakui dosa, mereka sedang menelanjangi pekerjaan iblis. Dikomunitas ini juga, mereka mengikuti konseling. Hingga pada Oktober 2007, Surya anak pertama mereka lahir. Kelahiran Surya di ikuti oleh sebuah perubahan yang luar biasa. Joana bersih dari keterikatan narkoba. Disisi lain, ada pengorbanan lain yang harus ia lakukan.
“Dulu aku single terserah aku mau pulang jam berapa, mau ngapain aja. Sekarang apa yang mau aku lakuin harus mikirin suamilah, mikirin anaklah, mikirin rumah. Benar-benar rasanya aku dikasih tanggung jawab yang gede banget, sedangkan Radit prioritasnya masih pekerjaan dan pelayanannya dia,” tutur Joana.
Konflik antara suami istri pun mulai terjadi. Namun bagaimana Raditya menangani tuntutan dari istrinya?
“Saya sudah panas, saya sudah emosi, akhirnya saya bilang ke teman saya: I hate this women! Tapi saya ingat pas konseling, keluarga nomor dua setelah Tuhan, akhirnya walaupun saya kesal, saya kesana. Dia bbm, saya sudah mau jawab dengan kata-kata yang jelek, kata-kata yang menghina-hina, tapi saya merem, saya hapus, saya cuma bilang : I love you. Saya pulang, saat itu saya pikir, saya mengalah untuk menang.” Raditya benar, dia mendapatkan kemenangan itu. Joana datang menghampirinya, duduk disampingnya dan berkata, “Dit, maafin aku ya?”
“Akhirnya, sejak saat itu hubungan keluarga kita ngga pernah crash.”
Fokus Raditya dan Joana saat ini sudah berubah. Tuhan, itulah yang menjadi prioritas hidup mereka. Hal itu mengubah seluruh kehidupan mereka. Kehidupan rohani mereka bertumbuh, keadaan ekonomi keluarga mereka pun mengikuti.
“Akhirnya saya memutuskan untuk ninggalin bisnis saya, padahal saya lagi hutang, saya tinggalin dan saya full melayani Tuhan. Tapi luar biasa, saya tidak keluar keringat untuk cari uang, tiba-tiba ada orang telephone yang order. Selama satu tahun seperti itu terus, sampai hutang saya lunas.”
Ketika keduanya mengarahkan hidup mereka untuk menjadi semakin seperti Kristus, gaya hidup mereka berubah. Upaya mereka bukanlah mengubah gaya hidup mereka yang lama, namun fokus menjadi semakin seperti Kristus, dengan sendirinya kebiasaan buruk mereka lenyap, dan tampillah pribadi Raditya dan Joana yang baru, yang setiap hari menjadi semakin seperti Yesus Kristus. Jika mereka bisa berubah, Anda pun bisa.
TUHAN YESUS Mengasihi, Memberkati & Menyertai Anda selalu...
[ Sumber: Joana Alexandra & Raditya Oloan ]
Langganan:
Postingan (Atom)